Tasikmalaya, Fokus9.com_ Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan langkah strategis untuk menekan pemborosan anggaran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU).
Penerangan Jalan Umum (PJU) salah satu jalan di Kabupaten Tasikmalaya
Agar penggunaan energi lebih terukur dan efisien, mulai tahun 2026, targetkan sekitar 800 titik PJU memakai sistem meterisasi
program meterisasi ini menjadi prioritas setelah evaluasi menunjukkan tingginya beban pembayaran listrik PJU yang selama ini menggunakan sistem estimasi.
“Tahun depan kita rencanakan meterisasi di 800 titik dengan anggaran mencapai Rp 800 juta,” kata Kabid Sapras Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, David Ismail Marjuki, kamis (11/12/2025).
Menurutnya, meterisasi akan memberikan dampak signifikan pada penghematan. Selama memakai sistem estimasi, beban biaya setiap titik Rp300.000 per bulan. Sedangkan setelah meterisasi, biaya bisa turun menjadi hanya Rp50.000 hingga Rp60.000.
Selama ini, perhitungan beban biaya untuk 800 titik PJU memerlukan sekitar Rp150 juta per bulan atau Rp 1,8 miliar per tahun. Dengan meterisasi, menekan biaya tersebut hingga sekitar Rp50 juta per bulan, sehingga ada potensi penghematan mencapai Rp125 juta setiap bulan.
Saat ini, jumlah PJU di Kabupaten Tasikmalaya mencapai lebih dari 5.000 titik dengan total pembayaran listrik ke PLN sekitar Rp 23 miliar per tahun.
Jika seluruh PJU sudah menggunakan meterisasi, biaya tahunan tersebut bisa turun drastis.
Setelah meterisasi penuh, jelas David perkiraan pembayaran listrik hanya sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 8 miliar per tahun. Sehingga dapat memanfaatkan sisa anggaran tersebut untuk pengadaan PJU atau untuk pembangunan lainnya
Selain meterisasi, Dishubkominfo akan mengganti lampu merkuri di sekitar 500 titik dengan lampu LED, terutama lampu yang sudah padam atau tidak layak. Juga menargetkan penghapusan PJU rusak di sejumlah ruas jalan kabupaten.
“Lampu merkuri memiliki daya besar sehingga biaya bulanannya tinggi, yakni sekitar Rp 300.000 per titik. Sedangkan LED jauh lebih hemat sekitar Rp60.000, apalagi ada perpaduan dengan meterisasi.” ungkap David
Ia menyebut kebutuhan ideal PJU di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 10.000 titik untuk mewujudkan penerangan merata
Bayar Sesuai Penggunaan Daya
Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin akan mengusulkan tidak bayar flat tetapi sesuai penggunaan daya ke PLN untuk penggunaan PJU.
Selain itu, dalam APBD perubahan 2025 dan APBD murni 2026 pihaknya merencanakan mengganti lampu Mercury PJU tersebut dengan lampu LED.
Merupakan langkah efisiensi anggaran sekaligus memangkas biaya tagihan listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bisa mencapai Rp20 miliar pertahun.
Cecep pun akan mengupayakan agar penggunaan daya PJU itu menggunakan meteran agar sesuai penggunaan daya.
Menurutnya, jika penggunaan lampu PJU dengan meteran, maka untuk lampu yang mati tidak akan menyerap token atau daya. Sehingga tidak harus mengeluarkan biaya.
“Revitalisasi dan efisiensi penggunaan PJU di Kabupaten Tasikmalaya ini bisa sampai 30-40 persen,” ungkap Cecep Nurul Yakin @ad












