Tasikmalaya, Fokus9.com_ Bupati dan DPRD sepakat untuk mempertahankan anggaran Pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam APBD perubahan 2025. Keputusan ini untuk memastikan kelancaran pembangunan Kabupaten Tasikmalaya tanpa menimbulkan gesekan politik

“Pergub dan Inpres alokasinya harus konsentrasi di infrastruktur. Negosiasi dengan kami adalah ketaatan kepada Inpres. Intinya ada win-win solusi dan goodwill pimpinan daerah.” kata Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs. Budi Ahdiat di Pendopo Baru, Selasa (12/8/2025)
Menurutnya, Bupati telah memastikan akan melanjutkan program yang sudah berjalan serta menekankan pentingnya sektor infrastruktur sesuai arahan pemerintah pusat
Meski demikian, Bupati sempat menyarankan agar menggunakan dana Pokir untuk membangun satu ruas jalan dengan alokasi anggaran minimal 1,5 miliar. Begitu juga dengan kelonggaran bagi anggota dewan menunaikan janji melakukan pemeliharaan jalan secara berkala.
“Terlihat Ada jejak pembangunan infrastruktur termasuk pemeliharaan jalan. Dengan anggaran Rp 1,5 miliar untuk satu kilometer jalan akan mengurangi 56 persen jalan rusak di Kabupaten Tasikmalaya.” jelas Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
Selain mempertahankan anggaran Pokir, Cecep pun melakukan rasionalisasi anggaran belanja pegawai di setiap OPD untuk menekan anggaran belanja
Ia menyebut rasionalisasi ini dengan memperhitungkan banyak aspek (matang) serta memastikan setiap OPD memiliki anggaran cukup hingga akhir 2025
“Anggaran kegiatan yang ada sudah kami sisihkan dan seimbangkan. Saya dan wakil Bupati tidak mau punya utang di tahun 2026.” ungkap Cecep Nurul Yakin
Sebelumnya, pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD perubahan 2025 telah rampung. Kemudian eksekutif menyerahkan Draf KUA PPAS ini kepada DPRD untuk pembahasan lebih lanjut.
Namun, dalam pembahasaan tidak mendapatkan titik temu setelah adanya rencana Bupati Tasikmalaya yang akan mengalihkan Pokir DPRD ke sektor infrastruktur @ad












