Tasikmalaya, Fokus9.com_Aksi dua kelompok mahasiswa warnai pelaksanaan pelantikan 45 anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2024-2029, selasa (3/9/2024).

Kelompok pertama dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berorasi di simpang tiga jati. Sedangkan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) di simpang tiga Sukarindik.
Kedua kelompok mahasiswa tersebut tidak bisa memasuki area hingga jalan depan gedung DPRD di Jalan RE Martadinata. Sebelumnya aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat dengan memasang barikade kawat berduri sepanjang gedung DPRD.
Secara umum mereka menyuarakan nada kritis terhadap para wakil rakyat di DPRD. Mereka pun menuntut agar ada perbaikan kualitas kinerja DPRD terhadap aspirasi masyarakat.
Menjelang siang, massa PMII memaksa ingin memasuki area pelantikan. Tapi polisi bersikukuh melarang. Akibatnya terjadi aksi dorong dan kontak fisik namun tidak berselang lama kedua pihak dapat menahan diri. Kedua kelompok mahasiswa akhirnya dapat duduk bersama secara lesehan, karena seusai pelantikan para pimpinan DPRD menemui mereka dan melakukan diskusi.
Baca Juga : Sikapi Aksi Demo Mahasiswa, Anggota DPRD: Penting Sebagai Kontrol Sosial
Kejadian aksi mahasiswa terjadi pula di dalam ruangan saat prosesi pelantikan. Aktivis mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan interupsi untuk menandatangani surat pernyataan semacam fakta integritas.
Hal ini sontak membuat petugas keamanan menggelandang Ketua KAMMI bernama Rohyan Syahrul Mubarok tersebut keluar area pelantikan.

Sementara, pelaksanaan rapat paripurna pengucapan sumpah/janji 44 anggota DPRD Kota Tasikmalaya masa jabatan tahun 2024-2029 berlangsung lancar.
Baca Juga : Penetapan Hasil Pleno KPU, 45 Caleg Dari 10 Parpol Tempati Kursi DPRD
Jumlah total anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang terpilih sebanyak 45 orang. Namun salah seorang anggota yang sudah masuk dalam SK Gubernur tanggal 27 Agustus 2024 dr. Wahyu Sumawijaya meninggal dunia.
“Beliau meninggal dua hari sebelum pelantikan di RS Santosa Bandung. Sehingga mekanisme pergantiannya sesuai mekanisme pergantian antar waktu,” ungkap H. Murjani yang sempat bersama di partai Gerindra.
Dalam kesempatan itu, H. Aslim dari Gerindra dan Hilman Wiranata dari PPP terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua DPRD sementara.
Pimpinan sementara ini memiliki tugas untuk memimpin segala tahapan perumusan Alat Kelengkapan Dewan hingga mengawal proses pengusulan jajaran pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya definitif. @ad












