Tasikmalaya, Fokus9.com_Aksi demontrasi dari PMII, HMI hingga Interupsi KAMMI mewarnai Pelantikan 45 anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2024-2029, selasa (3/9/2024)
Secara umum mereka menyuarakan nada kritis terhadap para wakil rakyat di DPRD. Mereka pun menuntut agar ada perbaikan kualitas kinerja DPRD terhadap aspirasi masyarakat. Bahkan ada yang menyodorkan semacam fakta integritas saat pelaksanaan pelantikan.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan orasi di simpang tiga jati, memaksa ingin memasuki area pelantikan. Tapi polisi bersikukuh melarang. Akibatnya terjadi aksi dorong dan kontak fisik. Kejadian serupa di simpang tiga jati dimana Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) melakukan orasi akibat pihak keamanan melarang memasuki area pelantikan
Setelah sama-sama dapat menahan diri dan anggota DPRD menghampiri mereka untuk melakukan dialog dengan duduk bersama di jalan.

PMII menuntut DPRD Kota Tasikmalaya membuat regulasi yang pro terhadap Rakyat, menjalankan reformasi birokrasi serta melibatkan masyarakat dalam perumusan kebijakan.
kemudian, melakukan optimalisasi monitoring anggaran daerah dan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dan monitoring pajak serta alokasinya.
Lalu membuat regulasi tentang Harga Eceran tertinggi dan Herga Eceran Terendah. Kemudian mendesak DPRD untuk memberikan rekomendasi untuk pemberhentian kegiatan tambang di Kota Tasikmalaya kepada Pemprov Jabar.
Selanjutnya menuntut DPRD Kota Tasikmalaya untuk memonitoring segala bentuk bantuan kepada Masyarakat agar tepat sasaran dan sesuai porsinya.
Terakhir menuntut mewujudkan ruang terbuka hijau di lingkungan pemerintah, swasta dan lainnya serta mencabut Perda Nomor 07/2014 tentang tata nilai.
Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD dari PKS Dede S.IP mengatakan pada dasarnya DPRD mendukung setiap penyampaian aspirasi dari masyarakat
“Aksi itu penting sebagai kontrol sosial kepada DPRD agar kami senantiasa on the track melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang kami,” kata Dede
Menurutnya, hasil kajian tentang PR-PR Permasalahan Kota Tasik dan tuntutan yg disampaikan masa aksi menjadi masukan yg penting. “Akan kami bahas dan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan kami,” tuturnya
Dia menyebutkan ingin mewujudkan visi lembaga DPRD Kota Tasikmalaya yang aspiratif, demokratis, dan berkualitas dalam melaksanakan fungsi tugas dan wewenangnya.
“Semoga visi ini menjadi Pedoman bagi seluruh anggota DPRD,” pungkasnya @ad












