Bandung, Fokus9_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengedukasi ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) hadapi Jebakan Pinjol Hingga Modus Penipuan Digital
Upaya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan ini agar mahasiswa menjadi generasi cerdas keuangan dan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal
“Mampu mengelola keuangan secara bijak serta memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan. Selain itu, dapat menghindari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang masif menyasar generasi muda.” kata Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah di Aula 1 Gedung PPBS B Universitas Padjadjaran, Kamis (6/8/2026)
Melalui edukasi ini mahasiswa baru menjadi lebih siap menghadapi kehidupan perkuliahan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini
Menurut Adriani, sebagai kelompok yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, mahasiswa juga rentan menjadi sasaran berbagai modus kejahatan keuangan.
Untuk itu, penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak serta menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan produk/layanan keuangan.
“Jangan sampai mengganggu masa depan dan prestasi mahasiswa akibat jebakan pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun berbagai modus penipuan digital.” tutur Adriani
Paylater Dan Gaya Hidup Konsumtif

OJK juga mengingatkan mahasiswa agar bijak memanfaatkan layanan paylater dengan prinsip sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif atau mengikuti tren akibat fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
“Pertimbangkan kemampuan membayar sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan. Sehingga tidak terjebak dalam beban utang yang dapat mengganggu kondisi keuangan pada masa mendatang.” imbau Adriani
Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh UNPAD Mira Trisyani Koeryaman menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa baru menghadapi kejahatan keuangan
“Pembekalan ini dapat mencegah mahasiswa dari berbagai kejahatan keuangan termasuk tidak menjadi korban pinjaman online ilegal maupun kejahatan keuangan lainnya.” harap Mira Trisyani yang juga menjadi Penanggung Jawab PAMUKA UNPAD 2026
OJK mengharapkan mahasiswa dapat memiliki kecerdasan akademik sekaligus kecerdasan finansial sebagai bekal dalam menjalani kehidupan kampus dan memasuki dunia kerja.
Selanjutnya, mampu menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan informasi yang benar mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Sekaligus, peran aktif mahasiswa ini dalam mencegah maraknya aktivitas keuangan ilegal Rls@ad












