Tasikmalaya, Fokus9_ Kawasan masyarakat adat Kampung Naga Tasikmalaya untuk sementara ditutup bagi seluruh kunjungan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2026
Gerbang bambu menuju cagar budaya di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat resmi tertutup bagi kunjungan wisatawan
Lembaga adat mengambil langkah ini demi melakukan pemulihan ekosistem sekaligus pemeliharaan dan pelestarian kawasan.
Penataan ulang tata kelola pariwisata dan mengembalikan kesucian ruang sakral mereka (masyarakat adat) dari distorsi modernisasi
Penutupan Sementara Atas Arahan KDM
Penutupan sementara Kawasan Kampung Naga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai acara Milangkala Tatar Sunda.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) beserta jajaran melakukan kunjungan langsung ke Kawasan Masyarakat Adat Kampung Naga, Senin (4/5/2026) malam.

“Rombongan Gubernur datang dan melakukan diskusi dengan kuncen (Ketua adat) sekitar jam 11 malam.” kata Abah Udin (69) kepada Fokus9.com, Selasa (2/6/2026)
Bahkan, menurutnya, KDM pun sempat merangkul dan menanyakan varietas padi yang ditanam abah Udin termasuk jumlah kios di area kawasan
“Selanjutnya, KDM mendiskusikan banyak hal secara mendalam dengan Ketua Adat Kampung Naga, Ade Suherlin.” tuturnya
KDM memberikan pandangan strategis mengenai masa depan tata kelola pengunjung. Serta penataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar gerbang masuk hingga menuju kawasan masyarakat adat
Salah satu poin krusial adalah sterilisasi komoditas dagang. Ke depan, mewajibkan UMKM hanya menjual kuliner tradisional khas masyarakat adat Kampung Naga
Arahan inilah yang memantapkan Ketua Adat untuk menyepakati arahan KDM dan menyetujui penutupan sementara demi memurnikan kembali identitas kampung.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian khusus ini. Kampung Naga adalah cagar budaya yang harus kita lestarikan bersama-sama.” ungkap Pemuda Adat Kampung Naga, Rendi Armadi (28) mengutip HR (1/6/2026) @ad












