Garut, Fokus9_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat sinergi dengan
organisasi kemasyarakatan Islam guna memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan syariah
Bersama Persatuan Islam (PERSIS), Kamis (18/6/2026) menggelar School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Upaya mendukung pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan
Program kolaborasi OJK, PERSIS, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), BSI, dan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Pegadaian
Sebanyak 430 peserta dari lingkungan PERSIS dan masyarakat Kabupaten Garut mengikuti kegiatan ini di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Garut. Sebelumnya, OJK melaksanakan Pra-EPIKS secara daring pada 8 Juni 2026 dengan 214 peserta
Dari Agen Layanan Keuangan Syariah, para peserta memperoleh edukasi keuangan syariah serta informasi mengenai perluasan akses layanan keuangan syariah
Selanjutnya, melalui program SoS, OJK membekali pengetahuan dan keterampilan bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah
“Organisasi kemasyarakatan Islam merupakan mitra strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah karena memiliki semangat pemberdayaan yang kuat. Sehingga dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas akses masyarakat terhadap potensi ekonomi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah sesuai kebutuhan masyarakat.” kata Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia
Mitra Strategis Program EPIKS dan SoS

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mewakili Bupati mengapresiasi sinergi OJK dan PERSIS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.
“Kami menyambut baik kolaborasi OJK, KNEKS, PERSIS dan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program EPIKS dan School of Syariah.” ujar Nurdin Yana
Ia menyebut program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah. Melalui penguatan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat serta perluasan akses layanan keuangan syariah hingga tingkat komunitas
Pada kesempatan tersebut, peserta terpilih mendapat atribut Duta Literasi Keuangan Syariah serta mengukuhkan Agen LAKU PANDAI Syariah dan Agen Pegadaian Syariah
Kepala OJK Tasikmalaya, Kepala Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, dan Rektor IAI Persis Garut menyematkan atribut Duta Literasi Keuangan Syariah. Sebagai simbol komitmen dalam memperluas edukasi keuangan syariah kepada masyarakat.
Sedangkan pengukuhan Agen LAKU PANDAI Syariah oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Agen Pegadaian Syariah oleh UUS PT Pegadaian. Agen ini memiliki peran untuk menyediakan layanan keuangan syariah bagi masyarakat di Kabupaten Garut.
“Melalui Duta Literasi Keuangan Syariah dan Agen LAKU PANDAI Syariah, kami ingin menghadirkan edukasi dan akses keuangan syariah lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga, manfaat keuangan syariah dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.” kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati.
OJK pun mengukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah serta menggandeng Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah dalam memperluas akses keuangan syariah.
“Agen Layanan Keuangan Syariah dapat menjadi motor penggerak edukasi dan perluasan akses layanan keuangan syariah di lingkungan PERSIS.” harap Nofa Hermawati @rls/ad












