Tasikmalaya, Fokus9_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan dalam mewujudkan masyarakat semakin cakap keuangan, terlindungi, dan sejahtera.
Melalui Launching Program CAANG (CerdAs keuANGan) dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, OJK memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui pendekatan multiplier effect
“Membentuk agen literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat agar edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, masif, dan berkelanjutan.” kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati terkait implementasi sinergi OJK dengan Pemerintah Daerah, Kamis (9/7/2026)
Ia mengatakan Program Tasikmalaya CAANG merupakan wujud sinergi yang berorientasi pada keberlanjutan dalam membangun budaya cerdas keuangan di tengah masyarakat.
“Tasikmalaya CAANG bukan sekadar rangkaian kegiatan edukasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas keuangan. Sehingga, mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.” tutur Nofa Hermawati
Menurutnya, upaya tersebut semakin penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan di era digital. Melalui edukasi yang simultan ini masyarakat semakin memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen OJK untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan Pemda dan elemen lainnya. Seperti Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, media massa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sasaran edukasi meliputi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, penyuluh agama, Babinsa dan anggota Kodim, Karang Taruna, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum.

Pendekatan Multiplier Effect
Melalui pendekatan multiplier effect, setiap peserta diharapkan menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan edukasi kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitarnya.
“Dengan demikian, manfaat literasi keuangan dapat terus berkembang, memberikan dampak nyata, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih terlindungi, berdaya, dan sejahtera,” ungkap Nofa Hermawati
Ia menyebut hingga Semester I 2026, Program Tasikmalaya CAANG telah menjangkau lebih dari 58 ribu peserta edukasi keuangan secara langsung.
Melalui pendekatan multiplier effect, para agen literasi keuangan tersebut diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 98 ribu masyarakat di Kota Tasikmalaya.
Jangkauan tersebut belum termasuk penyebarluasan edukasi melalui media informasi digital, videotron milik Pemerintah Kota Tasikmalaya, maupun berbagai kanal komunikasi yang dimanfaatkan para agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
Selain itu, program ini telah membentuk berbagai agen literasi keuangan, antara lain penyuluh agama, Babinsa dan anggota Kodim, Karang Taruna, tenaga pendidik, serta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Keuangan.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan. Sehingga, mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendukung terwujudnya pembangunan Kota Tasikmalaya yang inklusif dan berkelanjutan rls@ad












