Tasikmalaya, Fokus9_ Rasa takut atau cemas tertinggal tren atau momen seru orang lain melakukan sesuatu atau FOMO menjangkiti segmen masyarakat. Khususnya bagi generasi muda, gaya hidup FOMO ini dapat mengakselerasi judi online (Judol) melalui game yang biasa mereka mainkan
Banyak dari mereka meminta kebutuhan kepada orang tua bukan untuk kebutuhan sekolah, tetapi untuk sesuatu untuk mengejar tren. Salah satunya untuk game yang sering mereka mainkan saat platform game meminta deposite dan menambah lagi uang saat menjual.
“Akibat kemudahan akses, Judol ini tren nya terus meningkat. Termasuk Fomo yang dapat mengakselerasi hal tersebut.” Kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Kamandara Coffee, Jumat (21/8/2026)
Menurutnya, hingga Juni 2026, layanan konsultasi pengaduan OJK Tasikmalaya mencatat 1012 layanan dan mayoritas dari sektor fintech (pinjaman online)
Untuk itu, pihaknya terus melakukan edukasi dan literasi bagi siswa untuk menghindari judol. Salah satunya melalui GENIUS (Gerakan Edukasi Keuangan Inklusif Untuk Siswa). Dengan GENIUS mereka sadar bahwa untuk masa depan selalin harus pintar juga cerdas dalam mengelola keuangan. “Mengingat biaya sekolah juga tinggi, mereka juga harus bisa membantu orang tua untuk mengelola keuangan seperti menabung.” urai Nofa
Untuk itu, OJK Tasikmalaya dalam melindungi konsumen ini telah menyiapkan roadmap yang menyasar seluruh segmen masyarakat. Pertama bagi yang edukasi dan literasi nya rendah seperti pedesaan melalui Babinsa dan Karang Taruna.
Selain itu, program training of trainer (ToT) kepada penyuluh agama, Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik
Kemudian yang berusia 15-17 tahun melalui GENIUS dan Ibu rumah tangga melalui majelis taklim hingga perlindungan bagi usia pensiun. “Bekerjasama dengan pengawas dana pensiun dan mempersiapkan pensiun agar ketika pensiun secara finansial aman.” jelasnya @ad












