Tasikmalaya, Fokus9_ OJK Tasikmalaya mencatat total penyaluran kredit di wilayah Priangan Timur mencapai Rp58,19 triliun. Namun, struktur kredit konsumsi per Juni 2026, mencapai 53,06 persen melampaui kredit modal kerja (32,85%) dan kredit investasi 8,20%
Sementara, angka kredit bermasalah atau rasio Non Performing Loan (NPL) mencapai 4,75 persen mendekati batas aman (threshold) sebesar 5 persen. Meskipun kinerja perbankan resilien dengan rasio CAR 23,34 persen, namun OJK tetap mempertimbangkan dan memperhatikan ratio NPL dan rasio LDR
“Aktivitas perbankan Priangan Timur terkonsentrasi di Kota Tasikmalaya dengan aset Rp40,56 triliun, DPK Rp15,72 triliun dan kredit Rp20,62 triliun. Kami concern memperhatikan wilayah ini termasuk Kota Banjar dengan NPL tertinggi (8,80%) dan Kabupaten Tasikmalaya dengan LDR tertinggi (236.06%).” kata Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati, Jumat (21/8/2026)
Mengingat ASN merupakan salah satu pilar utama yang menyerap kredit konsumsi perbankan daerah, OJK mencermati potensi adanya lonjakan kredit macet. Selain pengaruh kebijakan fiskal (pemotongan TPP) juga dinamika perekomian nasional.
Untuk itu, OJK menyerukan mitigasi bagi para pelaku industri keuangan dan penyalur kredit konsumtif di Priangan Timur. Sekaligus menekankan perbankan untuk melakukan langkah untuk menjaga agar portofolio kredit konsumsi tidak masuk menjadi NPL. “Restrukturisasi kredit dan penyesuaian plafon kredit baru.” ungkap Nofa Hermawati
Ia menjelaskan pihaknya mendorong bank untuk memetakan kembali dan penyesuaian jadwal atau skema pembayaran. Selain itu, merestrukturisasi sampai dengan batas kemampuan pembayaran yang bisa mereka lakukan.
Selanjutnya, untuk pengajuan atau penyesuaian fasilitas kredit, perbankan lebih realistis mengukur batas maksimal pinjaman bahkan menurunkan hingga batas kemampuan bayar
Mitigasi risiko ini, jelas Nofa agar debitur konsumtif masih dapat dipertahankan namun tidak menjadi NPL. Juga, mampu menjaga stabilitas industri keuangan daerah di tengah penyesuaian fiskal pemerintah daerah
OJK pun menyoroti rasio penyaluran kredit terhadap simpanan (LDR) di Priangan Timur yang secara akumulatif mencapai 156,69 persen. Bahkan, Kabupaten Tasikmalaya mencatatakan LDR tertinggi hingga 236.06 persen, kemudian Pangandaran 218,60 persen dan Kabupaten Ciamis 200,85 persen. Artinya, volume ekspansi penyaluran kredit jauh melampaui penghimpunan dana pihak ketiga @ad












