Tasikmalaya, Fokus9_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank bjb Tasikmalaya memberikan edukasi bagi generasi muda untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan
OJK membekali 91 anggota Pramuka pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak, pada momentum Hari Pramuka, Jumat (14/8/26). Sekaligus, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang semakin masif di tengah pesatnya penggunaan teknologi digital.
“Mulai dari pengenalan peran dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan, hingga pengenalan berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal.” kata Nur Izmi dari Tim Edukasi OJK Tasikmalaya
Dalam hal ini, pelajar diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak usia sekolah. Antara lain, dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran sederhana serta membiasakan diri menabung.
Kebiasaan tersebut sejalan dengan nilai kepramukaan yang menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Penting bagi pelajar untuk bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran serta menyisihkan uang untuk ditabung. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.” jelas Nur Izmi
OJK juga mengingatkan pelajar untuk menghindari perilaku keuangan yang dapat mendorong pengeluaran secara tidak terkendali. Seperti, Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO).
“Mendorong pelajar untuk tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren, mencari pengakuan dari lingkungan, atau mengejar kesenangan sesaat.” tuturnya

Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal
Selain Edukasi pengelolaan keuangan, OJK juga memberikan pemahaman mengenai pinjaman daring legal dan pinjaman online ilegal. Antara lain mengenalkan karakteristik penyelenggara daring yang legal serta risiko pinjaman online ilegal.
Dalam hal ini, OJK menekankan pentingnya memastikan legalitas suatu layanan keuangan sebelum menggunakannya dan menjaga keamanan data pribadi
Edukasi ini pun menyasar terkait bahaya judi online, termasuk modus kamuflase perjudian melalui permainan atau game online. Memperkenalkan sejumlah penggunaan istilah dalam aktivitas judi online dan mengenali indikasinya sehingga tidak mudah terjebak tawaran dengan kemasan permainan biasa.
OJK mengharapkan anggota Pramuka SMPN-1 dan SMPN-2 Tasikmalaya dapat menjadi generasi muda yang memiliki karakter positif dan kecerdasan finansial. Kemudian, menerapkan hasil edukasi ini dalam kehidupan sehari-hari serta membagikan kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitar.
OJK mengajak generasi muda untuk cerdas dalam mengelola keuangan dan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal. Juga, dapat memastikan legalitas dan memahami karateristik setiap produk atau layanan keuangan sebelum menggunakannya.
“Dengan literasi keuangan yang semakin baik, generasi muda mampu membangun masa depan finansial yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.” harap Tim Edukasi OJK Tasikmalaya Nur Izmi dan Fyrda Farida. Rls@ad












