Tasikmalaya, Fokus9_ Pada setiap momentum Ramadhan, dr. Wahya dan keluarga memaknainya dengan cara menyantuni anak yatim di wilayah Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya
Hal tersebut merupakan upaya menjaga harapan dan semangat mereka meski tanpa orang tua serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama

“Selain meraih keberkahan, hal ini dapat memberi mereka semangat dan sedikit kebahagiaan. Mereka ibarat dua jari terdekat yang mengandung arti tidak ada pemisah dengan Rosullulloh/Nabi Muhammad SAW.” ungkap dr H. Wahya di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (8/2/2026)
Menurutnya, dengan terus membangun solidaritas sosial salah satunya dengan cara membantu atau peduli sesama akan menciptakan ikatan sosial di masyarakat
Sebanyak 200 anak yatim piatu dan 50 kaum duafa/jompo di lingkungan Desa Manggungjaya Rajapolah mendapat keberkahan bulan Ramadhan 1447 H
dr Wahya menyebut cara memaknai ramadhan ini sejak tahun 2012 bahkan saat pandemi Covid-19 (2020-2021) dengan cara door to door. “Alhamdulilah setiap tahun jumlah santunan yang diberikan terus bertambah.” tutur dr. H. Wahya
Tularkan Virus Kebaikan, Tingkatkan Keimanan

Menumbuhkan kepedulian sosial ini, harap ia dapat menjadi dan menularkan virus kebaikan khususnya bagi anak yatim piatu. Generasi yang nantinya dapat saja di antara mereka menjadi pemimpin nasional
“Semoga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta menjadi amal ibadah dan memberi manfaat bagi semua. Anak-anak ini tetap semangat, sehat, panjang umur, pandai-pandai dan berguna bagi bangsa, negara dan agama. Semoga kami istiqomah sekaligus upaya terus meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT.” tambah Hj. Enung DN, istri dr. H. Wahya yang juga anggota Ikatan Istri-istri Dokter Indonesia (IIDI) Tasikmalaya
Sementara, KH. Drs. Tetep Abdul Latif menjelaskan santunan anak yatim merupakan salah satu pintu masuk ke surganya Alloh SWT. Dan secara sosial, mereka (anak yatim) bisa merasakan apa yang orang mampu nikmati serta dapat menimbulkan kepedulian sosial.
“Keterbatasan dalam diri setiap manusia harus menjadi motivasi untuk mendapat derajat/martabat yang lebih tinggi. Baik dalam kehidupan masyarakat terutama dalam pandangan alloh,” Ungkap Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat ini @ad












