TASIKMALAYA, FOKUS9_ Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur Forkopimda peringati 82 Tahun Perjuangan KHZ Musthafa, ulama pejuang yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan.
Peristiwa heroik tahun 1944 yang meneguhkan prinsip keimanan dan cinta tanah air mampu tegak berdiri di tengah bayang-bayang senjata penjajah.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pengabdian sang pahlawan tetap menjadi ruh dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan peringatan ke-82 ini merupakan jembatan emas untuk menumbuhkan kembali semangat keteladanan bagi generasi kini.
“Peringatan ini adalah pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini ditebus dengan darah dan air mata. Warisan nilai pengabdian KH Zainal Musthafa harus menjadi energi bagi kita semua untuk terus mengabdi demi kemajuan bangsa dan daerah.” kata Cecep Nurul Yakin di Taman Makam Pahlawan (TMP) KH Zainal Musthafa, Sukamanah Sukarame, Rabu (25/02/2026).
Ia mengharapkan peringatan ke-82 api perjuangan pahlawan nasional KHZ Musthafa tetap menyala. “Perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan, dan upaya menjaga moralitas bangsa di tengah dinamika zaman yang kian cepat.” tuturnya
Keteguhan Prinsip Dan Keteladanan
Upacara ini menjadi magnet bagi para pucuk pimpinan daerah dan menyatakan
sikap yang sama tentang keteguhan prinsip.
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, mengungkapkan perjuangan KHZ Musthafa menyimbolkan kemanunggalan TNI dengan warisan perjuangan ulama. Baginya, jejak juang sang kiai adalah kompas moral bagi generasi masa kini.
Dalam pesannya, Ia menegaskan bahwa memori tentang KH Zainal Musthafa harus bertransformasi menjadi energi positif di era globalisasi.
“Peringatan ini adalah momentum kolektif untuk meneladani keteguhan prinsip beliau dalam membela kebenaran. Di tengah dinamika zaman yang cepat berubah, kita butuh figur teladan yang tidak goyah oleh arus.” tegas Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim **af/@ad













