Sumedang, Fokus9_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menilai Kabupaten Sumedang telah berhasil membangun ekosistem yang mendorong kepemilikan rekening mulai dari usia dini
Melalui sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Program KEJAR di Kabupaten Sumedang mampu menghasilkan 4.761 rekening baru dengan total nominal tabungan mencapai Rp2,46 miliar pada semester I 2026.

“Keberhasilan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Sumedang menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat inklusi keuangan.” kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026)
Menurutnya, keberhasilan program Kejar tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta sistem monitoring yang berjalan efektif
OJK Tasikmalaya dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, tutur Nofa sepakat untuk memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan masyarakat khususnya kalangan pelajar. Hal tersebut melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)
Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat kepemilikan rekening tabungan bagi para peserta didik. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) dan sederajat. Sekaligus, memperluas akses terhadap layanan keuangan formal sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), melakukan pendampingan hingga tingkat satuan pendidikan untuk memperkuat implementasi Program KEJAR
Dengan menerapkan pembagian wilayah pendampingan, koordinasi, pembukaan rekening, pemantauan dan evaluasi capaian dapat dilakukan secara efektif, dan berkelanjutan.
“Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda,” ungkap Nofa Hermawati
Pihaknya menyampaikan apresiasi komitmen Pemkab Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar melalui penguatan implementasi program Kejar. Harapannya program ini dapat membangun kemandirian finansial dan pengetahuan perencanaan keuangan sejak dini.
Selain mendorong pembukaan rekening di sektor perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga melibatkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memperluas akses layanan keuangan formal.

Investasi Jangka Panjang
Sementara, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mandiri secara finansial.
“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan.” ujar Dony Ahmad Munir
Untuk itu, lanjut Dony Pemerintah Kabupaten Sumedang memiliki komitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK. Juga, memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumedang
Selanjutnya, OJK akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, anggota TPAKD, dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi Program KEJAR.
“Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sejak usia dini serta mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.” pungkas Nofa Hermawati rls/@ad












