Tasikmalaya, Fokus9_ Universitas Perjuangan (UNPER) menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, inovatif dan kemampuan berpikir kritis serta menjadi solusi bagi masyarakat kepada mahasiswa baru.
Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) 2026, 1168 mahasiswa UNPER memulai proses memahami budaya akademik dan sistem pembelajaran. Selain itu, tentang organisasi kemahasiswaan, tata kehidupan kampus serta nilai-nilai yang menjadi jati diri Universitas Perjuangan

“Di kampus ini, saudara dituntut tidak hanya memperoleh nilai akademik yang tinggi tetapi memiliki Karakter kejuangan, pantang menyerah, disiplin, jujur, bertanggung jawab, menghargai keberagaman serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.” kata Rektor Universitas Perjuangan Dr. H.D. Yadi Heryadi, Ir, M.Sc, pada PKKBM di Lingkungan Kampus UNPER, Selasa (15/9/2026)
Selanjutnya, Kritis tetapi santun, berani mengemukakan pendapat dengan tanggung jawab, terbuka terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai moral dan budaya bangsa. Gunakan media sosial yang ada, pahami dan ketahui secara bijaksana. Periksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya dan jangan membiarkan perbedaan pandangan merusak persatuan
Saat ini, menurut Yadi Heryadi dunia sedang cepat berubah, perkembangan kecerdasan buatan, transpormasi digital, perubahan iklim dan persaingan global. “Serta kondisi ketidakpastian ekonomi dan sosial menghadirkan tantangan yang semakin kompleks.” tuturnya
Menghadapi keadaan tersebut, Ia menekankan mahasiswa tidak boleh mudah terbawa arus informasi, terprovokasi atau kehilangan arah. Mahasisawa unper harus mampu menjadi bagian dari solusi masyarakat.
“Kampus bisa memberikan ruang diskusi dan menyampaikan aspirasi secara ilmiah, beretika, damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena, kecerdasan seseorang bukan hanya terlihat dari argumentasinya tetapi juga dari caranya menghormati orang lain.” ungkap Yadi Heryadi
Ia mengajak mahasiswa untuk berani berprestasi dan berinovasi, manfaatkan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kemampuan. Memanfaatkan AI bukan sebagai jalan pintas yang menghilangkan kejujuran akademik. Yadi menyebut teknologi harus dapat membantu berpikir lebih tajam, bekerja lebih effektif dan menghasilkan karya yang lebih bermutu
Mahasiswa Unper harus mampu melahirkan ide, karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kenali potensi daerah, pelajari kearifan lokal dan kembangkan melalui ilmu pengetahuan serta teknologi. Mampu berpikir global tetapi tetap memiliki akar budaya dan kepedulian terhadap masyarakat. “Ilmu yang diperoleh harus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.” pungkas Yadi Heryadi @ad












