Tasikmalaya, Fokus9 | Kota Tasikmalaya menjadi yang pertama menerima program Kampung Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Program untuk memperluas penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ini menjangkau langsung hingga tingkat kampung, desa dan kelurahan

“Alhamdulillah,ikhtiar saya ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, memastikan Kota Tasikmalaya yang pertama menerima program non APBD Kampung Sosial.” kata Rd. Diky Candra usai launching Kampung Sosial di Kelurahan Tuguraja Kota Tasikmalaya, Selasa (10/2/2026)
Sebelumnya, Ia meminta penguatan sinergitas Pemprov dan Pemkot Tasikmalaya melalui Asda I yang pernah menjabat Pj. Walikota Drs. Asep Sukmana
Selain mendapat program non APBD dari Dinas Sosial, pihaknya mendapat bantuan kangkung dan subsidi ikan lele (KANG SULE). Begitu juga sumbangan dari BjB melalui Pembiakan ayam ras petelur (Paras Lur) untuk pemberdayaan ekonomi
“Upaya pemerintah dalam mengentaskan angka kemiskinan dan persoalan sosial di Kota Tasikmalaya serta ajakan bagi para agnia untuk peduli.” tutur Diky Candra
Kawal Bansos 14 T Untuk Jawa Barat

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komalaningsih mengungkapkan dari 51 juta penduduk, 6,78 persen kategori miskin di Jabar
Untuk itu, pihaknya menterjemahkan instruksi Gubernur Jabar dalam urusan sosial, salah satunya melalui program Kampung Sosial.
Program ini menggabungkan jaminan sosial, rehab sosial serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor
“Melalui asistensi rehabilitadi sosial, menjangkau langsung kelompok rentan dan tepat sasaran.” ungkap Noneng Komalaningsih
Ia menyebut melalui intervensi berbasis asesmen berupa bantuan sosial, alat bantu, fasilitasi jaminan sosial hingga pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi
“Tahun 2026, Kami menargetkan 600 PPKS, termasuk kawal bansos 14 triliun untuk masyarakat Jawa Barat.” pungkas Noneng Komalasari @ad












