FOKUS9_ Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengikuti panen raya padi organik Kelompok Tani Tunas Muda Desa Kamulyan, Kamis (5/2/2026).
Tak sekadar hadir secara seremonial, Asep Sopari turun langsung ke sawah menyabit padi dan merontokkan gabah bersama para petani
Foto : Doc Rizky Zaenal Mutaqin/istimewa
“Padi yang kita panen hari ini luasnya mungkin hanya sekitar satu hektare. Tapi bagi saya, itu bukan ukuran. Yang jauh lebih mahal nilainya adalah semangat dan konsistensi para petani.” kata Asep Sopari Al Ayubi
Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi ini mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dunia pertanian. Ia mengapresiasi ketekunan para petani yang konsisten mengembangkan pertanian organik, meski dengan keterbatasan lahan
Asep Sopari menyebut pertanian organik bukan semata mengganti pupuk kimia dengan pupuk alami. Namun, lebih dari itu terdapat nilai moral dan kesadaran untuk menjaga ekosistem tanah agar tetap sehat dan berkelanjutan.
“Dalam pertanian organik, nilai moral dan kesadaran untuk menjaga ekosistem tanah serta komitmen menjaga alam menjadi hal utama. Tanah yang sehat adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang.” ungkapnya
Keberhasilan Kelompok Tani Tunas Muda melalui semangat “pertanian sehat”, harap Asep Sopari dapat menular ke wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya.
Jika semangat ini menyebar, selain terkenal akan hasil pertaniannya, juga keberhasilan menjaga dan merawat bumi. Target utama, produksi pangan organik meningkat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. ***TZ/@ad












