Tasikmalaya, Fokus 9_ Para seniman dan budayawan pituin (asli kelahiran) Tasikmalaya terus memperlihatkan gairah dan ekspresi kekaryaannya. Dedikasinya tersebut senantiasa mencatatkan nama Tasikmalaya selalu ada dalam iklim kebudayaan Indonesia

Sebagai representasi rasa syukur atas karya dan dedikasinya, Dewan Kesenian dan Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025
Anugerah ini merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi seniman dan budayawan yang sudah menciptakan atau menghasilkan karya seni/budaya bagi Tasikmalaya
“Dapat mempertahankan dan tidak melupakan karya budaya apalagi sampai daerah atau negara lain mengklaim sebagai karya seni/budayanya.” kata Wakil Walikota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra di RM Kampung Swasana, Sabtu (8/11/2025) malam.
Menurutnya budaya bukan sekedar panggung seni tetapi hingga adab kebiasaan termasuk budaya tak benda seperti Payung dan Kelom geulis. Diky Chandra menekankan untuk tidak melupakan sejarah budaya dari kearifan lokal tersebut serta dapat menjaga dan merawatnya.
“Menjalankan produk budaya leluhur serta menciptakan produk dari sebuah budaya yang memberikan manfaat bagi generasi.” Tutur Diky Chandra yang menginginkan Tasikmalaya menjadi sentral karya seni/Budaya di Priangan Timur
Apresiasi dan Kriteria Penilaian

Sementara, Sekretaris Dirjen Pengembangan Pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Judi Wahjudin mengapresiasi penghargaan bagi pelaku seni/budaya Tasikmalaya.
“Pelaku seni itu profesi setara dengan kompetensi yang lain. Salah satunya dengan mangangkat harkat dan martabat para pelaku seni.” ungkap Judi Wahjudin
Pihaknya menyatakan bahwa bentuk apresiasi bukan hanya penghargaan. Memberikan panggung, pelatihan, mengundang dan memberi akses serta sertifikasi kompetensinya.
Judi mengharapkan sinergisitas dengan pusat menyangkut peluang-peluang baik fisik maupun non fisik. Untuk itu, Ia mengingatkan untuk memperkuat hubungan dengan pusat untuk mengoptimalkan akses
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi S.MG.MA mengapresiasi hal yang sama sebagai bagian dari pembinaan kebudayaan. Ia mengatakan ajang ini menjadi upaya strategis untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan dan melestarikan kebudayaan serta para pelaku seni
“Membangun jati diri dalam kebudayaan serta menempatkan kebudayaan sebagai modal pembangunan di tengah desrupsi teknologi dan perkembangan jaman.” ujar Kepler Sianturi
Pada perhelatan ke-9 ini, melalui empat (4) kriteria utama Pelukis Rukmini Yusuf dan tokoh teater Donkrak mendapat anugerah Budaya Kota Tasikmalaya tahun 2025. Kedua tokoh memberikan kontribusi atas kiprahnya bagi khasanah dan perkembangan kesenian atau kebudayaan di Kota Tasikmalaya.
“Melahirkan pengaruh dari hasil karya dan menjadi rujukan serta memiliki dedikasi dan konsistensi di bidangnya. Juga, membawa Kota Tasikmalaya ke kancah yang lebih luas.” pungkas Tim Penilai Nazarudin Azhar @ad












