Tasikmalaya, Fokus9.com_ Sekretaris Umum HKTI Jawa Barat H. Yayat S Andhie melantik Pengurus DPC HKTI Kota Tasikmalaya periode 2025-2029, Kamis (19/6/2025)

Ditengah dualisme kepemimpinan HKTI, Ia menyebut Pengurus DPC HKTI Kota Tasikmalaya mendapat SK dari Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI
“Ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI Dr. H. Fadli Zon, S.S,M.Sc menandatangani langsung SK-nya. Kami hanya memberikan rekomendasi dan DPC HKTI Kota Tasikmalaya menjadi DPC ke-2 setelah DPC HKTI Cianjur.” kata H. Yayat S Andhie pada Pelantikan Pengurus DPC HKTI Kota Tasikmalaya di KWT Kenanga Margabakti Cibeureum
Menurutnya, HKTI Presiden Prabowo Subiyanto akan lebih menyatukan dan akan melaksanakan Munas tanggal 24-26 Juni di Jakarta. Pesertanya adalah DPD dan DPC se-Jawa Barat (27 Kota/Kabupaten).
“Untuk Jawa Barat, calon Ketua DPN HKTI mengerucut kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Calon lainnya adalah Menteri Pertanian dan Kepala Bapenas.” ungkapnya
Selanjutnya, Ia memandang untuk mencukupi ketahanan pangan (tidak memerlukan support daerah lain), Kota Tasikmalaya harus mempertahankan 1.300 hektar lahan pertanian. Apalagi presiden mencanangkan ketahanan pangan untuk klaster padi, ubi, jagung, singkong, ikan, garam, kopi dan mangrove
“Tidak terlalu sembrono mengijinkan alih fungsi lahan yang mengakibatkan lahan pertanian mengecil dan hasil produksi menurun.” pesan Yayat S Andrie kepada Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi.

HKTI Rumah Perjuangan dan Cita-Cita Petani
Ketua DPC HKTI Kota Tasikmalaya Gilman Mawardi menegaskan tugas HKTI dalam memperjuangkan hak-hak petani dan menjadi mitra strategis pemerintah.
“Menjadi mitra pemerintah pusat dan daerah melalui Perda LP2B yang memastikan ada 1.300 hektar tanah pertanian tidak boleh alih fungsi. Juga Perda tentang perlindungan dan pemberdayaan petani (SDM) sebagai modal bagi dunia pertanian.” ucap Gilman Mawardi
Menurutnya, petani adalah pahlawan sejati yang mempersiapkan makanan setiap hari. Untuk itu, melindungi, membantu dan memuliakan petani Harus mendapat dukungan semua stakeholder yang punya atensi terhadap dunia pertanian
Dengan menghimpun kalangan insan pertanian, praktisi pertanian, akademisi, Pihaknya akan memberikan kontribusi dan solusi nyata. Selain itu, memiliki komitmen serta melakukan Kerjasama dengan pemda untuk mewujudkan rencana pembangunan pertanian di Kota Tasikmalaya
“Seprofesional mungkin dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia pertanian di Kota Tasikmalaya.” Tandas Gilman Mawardi
Sementara, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi mengungkapkan bahwa Pemkot mengarahkan potensi pertanian dengan lahan 12.161 hektar ke Agro Industri Pertanian
“Masalah utama adalah regenerasi petani. Petani harus memiliki kebanggaan dan bisa menggali teknologi pertanian sehingga arahnya agro industri pertanian.” Ujarnya
Baginya, HKTI bisa menjadi simpul penting program DKP3 (Setaman Cinta, Ayam Rancage, Urban Farming dan pekarangan sehat). Menjadi pemersatu kekuatan kelompok tani, melahirkan petani inovatif dan berdaya saing/regenerasi. Juga dapat menghubungkan petani dengan market yang ada melalui teknologi digitalisasi
“Menjadi mitra strategis pemerintah dengan konsep Pentahelix, optimis menghasilkan karya nyata dan mewujudkan kemandirian pangan kota Tasikmalaya. Dari petani kita belajar kesabaran, dari tanah kita belajar ketulusan dan dari HKTI kita belajar. Ketahanan bukan hanya soal pangan tetapi soal harga diri bangsa.” pungkas Viman Alfarizi @ad












