Tasikmalaya, Fokus9.com_Solidaritas sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia untuk membantu sesama harus terus dibangun sehingga tercipta ikatan sosial di masyarakat. Pada setiap momentum Ramadhan, hal tersebut selalu dilakukan dr. Wahya dan keluarga dengan menyantuni anak yatim di wilayah Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya

“Hal ini telah kami lakukan sejak tahun 2012 bahkan saat pandemi Covid-19 (2020-2021), kami lakukan dengan cara door to door. Alhamdulilah setiap tahun jumlah santunan yang diberikan terus bertambah,” kata dr. H. Wahya, di rumahnya Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah, minggu (31/3/2024)
Pembagian santunan di setiap bulan Ramadhan, terang dr. H. Wahya merupakan upaya menjaga semangat berbagi dan menumbuhkan rasa kepedulian akan sesama di bulan penuh keberkahan dengan harapan mereka tetap bersemangat walau tanpa orang tua dan dapat memberi mereka kebahagiaan
Dia berharap, apa yang dilakukan dapat bermanfaat untuk sebesar-besar kebaikan dan menumbuhkan rasa kepedulian bagi sesama serta dapat menjadi virus kebaikan yang dapat ditularkan untuk menjaga dan membangkitkan rasa peduli khususnya bagi anak yatim piatu yang merupakan generasi dimana diantara mereka mungkin saja lahir pemimpin nasional
Menurutnya, hikmah utama memberikan perhatian berupa santunan kepada anak yatim piatu, selain untuk meraih keberkahan, memberi semangat dan kebahagiaan bagi mereka, Ia mengibaratkan dua jari terdekat yang mengandung arti tidak ada pemisah dengan Rosullulloh/Nabi Muhammad SAW

“Semoga mereka sehat panjang umur, pandai-pandai dan berguna bagi bangsa, negara dan agama. Semoga kami istiqomah untuk terus berbagi sekaligus upaya meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT,” tambah Hj. Enung DN, istri dr. H. Wahya yang juga anggota Ikatan Istri-istri Dokter Indonesia (IIDI) Tasikmalaya
Ramadhan tahun ini, ujar Hj. Enung diberikan santunan bagi 120 anak yatim piatu serta puluhan orang jompo di lingkungan Desa Manggungjaya dan wilayah sekitarnya yang ada di Kecamatan Rajapolah
Ia berharap semangat berbagi dapat terus terbangun sehingga dapat menjaga semangat dan asa mereka dan pada bulan ramadhan tingkat keimanan dan ketaqwaan terus meningkat dan menjadi amal ibadah
Sementara, tokoh agama Ustadz Fijar Rohman menjelaskan bahwa dari sisi agama kegiatan infaq berupa santunan anak yatim ini merupakan pintu masuk ke surganya Alloh SWT dan secara sosial mereka (anak yatim) bisa merasakan apa yang dinikmati orang mampu dan dapat menimbulkan kepedulian sosial
“Semoga menjadi inspirasi bagi dokter-dokter lain maupun bagi kita dan menjadi virus kebaikan. Banyaknya yang hadir seperti ini bakal patalepa/ saling sambung,” ungkap Fijar Rohman @ad












