Penutupan ini merupakan bagian dari strategi besar penataan kawasan agar kembali pada fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat.
Tasikmalaya, Fokus9_ Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan penutupan akses Jalan Utama Kompleks Olahraga Dadaha
Penutupan ini sebagai bagian dari strategi besar penataan kawasan agar kembali pada fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat.
Selama ini, kawasan tersebut telah mengalami pergeseran cukup jauh dari fungsi dan peruntukan awalnya. Selain maraknya keberadaan pedagang kaki lima (PKL), penataan parkir yang kurang teratur, hingga tingginya aktivitas warga pada malam hari.
“Komitmen pemerintah mengembalikan marwah Kompleks Dadaha sebagai ruang publik penunjang kebugaran warga. Selama ini fungsi sarana olahraga menjadi tidak optimal,” kata Ketua Tim Penataan Kawasan Dadaha sekaligus Asisten Daerah (Asda) 3 Setda Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, Rabu (26/8/2026)
Ia menyebut, selain pembenahan sarana fisik, Pemkot Tasikmalaya juga menekankan bahwa rekayasa lalu lintas menjadi instrumen krusial dalam penataan tersebut.

Urai Keramaian dan Skema Relokasi PKL
Penutupan jalan utama tidak dimaksudkan untuk membatasi mobilitas warga, melainkan untuk mengurai dan menyebarkan konsentrasi keramaian. “Agar tidak menumpuk di satu titik semata.” tutur Asep Maman Permana
Menurutnya, langkah penataan merespon derasnya aspirasi dan aduan masyarakat yang merindukan kawasan Dadaha aman, tertib serta ramah bagi penggiat olahraga.
Namun begitu, Lewat rekayasa penutupan Jalan Utama kawasan Dadaha ini, Pemkot Tasikmalaya tidak lantas mematikan roda ekonomi warga.
Pemerintah telah menyiapkan skema relokasi agar para PKL dapat tetap berjualan di titik-titik yang telah ditentukan. Seperti di bagian pinggir bentang area Dadaha.
Dengan demikian, rekayasa lalu lintas diharapkan mampu mendorong pemerataan keramaian ke lokasi-lokasi baru tersebut.
Asep mengharapkan penataan PKL, rekayasa arus lalu lintas, dan pembenahan sarana fasilitas fisik dapat berjalan secara harmonis. Dengan begitu, Kompleks Dadaha bisa kembali menjadi paru-paru olahraga Kota Tasikmalaya tanpa mengesampingkan potensi ekonomi pelaku usaha lokal @ad












