FOKUS9_ Industri Jasa Keuangan (IJK) Wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap terjaga stabil, seiring kinerja perekonomian nasional yang tumbuh positif
Kinerja Perbankan tetap menunjukkan tren positif. Fungsi intermediasi tetap berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas terkendali.
Selain itu, adanya peningkatan pembiayaan investasi. Membaiknya optimisme pelaku usaha sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif terjaga pada awal tahun 2026 mendorong hal tersebut
Dari sisi pasar modal, Priangan Timur hingga akhir Maret 2026 masih menunjukkan potensi pertumbuhan basis investor. Termasuk transaksi saham yang tumbuh signifikan
Begitu juga kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menunjukan pertumbuhan positif. Bahkan, pergadaian menjadi alternatif sumber pendanaan yang diminati masyarakat di Priangan Timur.
Outstanding pembiayaan pergadaian meningkat signifikan sebesar 24,57 persen (yoy) menjadi 6,62 miliar.
Sementara Outstanding pembiayaan perusahaan modal ventura meningkat sebesar 7,89 persen (yoy) menjadi Rp505,32 miliar. Sedangkan outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 4,71 persen (yoy) menjadi Rp5,29 triliun.
Perkembangan Sektor Perbankan
OJK Tasikmalaya menyampaikan adanya pertumbuhan aset sebesar 3,78 persen (yoy) mencapai Rp3,27 triliun pada posisi Maret 2026. Kemudian peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,91 persen (yoy) mencapai Rp2,37 triliun. Begitu juga dengan pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen (yoy) mencapai Rp1,06 triliun.
Selanjutnya, terjadi peningkatan kredit investasi sebesar 14,96 persen (yoy) dan kredit konsumsi 5,35 persen (yoy). Namun untuk kredit modal kerja terkontraksi sebesar 7,41 persen (yoy).
Sedangkan untuk investasi yang meningkat, mendorong permintaan terhadap pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha
“Penyaluran kredit terbesar ke sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen. Kemudian kredit kepada pedagang besar dan eceran sebesar 23,71 persen dan kredit kepada bukan lapangan usaha lainnya sebesar 8,55 persen. Untuk kredit kepada pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 6,17% serta kredit kepada pengolahan sebesar 5,85 persen.” kata Kepala OJK Nofa Hermawati, Jumat (21/5/2026)
Sementara itu untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur sebesar Rp9,43 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 11.670 debitur.
“Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp541 miliar (9.759 debitur). Berikutnya, Kabupaten Tasikmalaya Rp430 miliar (8.097 debitur), Kabupaten Sumedang Rp324 miliar (5.883 debitur) dan Kabupaten Ciamis Rp321 miliar (5.684 debitur). Lalu, Kota Tasikmalaya Rp202 miliar (2.756 debitur), Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar (1.840 debitur) serta Kota Banjar Rp43 miliar (711 debitur).” tutur Nofa Hermawati
Ia menyebut sektor dominan penerima KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai Rp670,41 miliar. menyusul sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan Rp481,38 miliar dan sektor real estate usaha persewaan dan jasa perusahaan mencapai Rp393,03 miliar.
Perkembangan Pasar Modal
OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) saham sebanyak 227.013 atau tumbuh 36,55 persen (yoy). SID reksa dana mencapai 676.246 atau tumbuh 76,00 persen (yoy). Sedangkan SID Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh sebesar 29,63 persen (yoy) menjadi 17.327 SID.

“Seiring peningkatan jumlah investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur tercatat Rp1.402,82 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 124,83 persen (yoy).” ungkap Nofa Hermawati
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Sepanjang triwulan I tahun 2026, OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi keuangan dengan total 10.991 peserta.
Selain itu, mengoptimalkan kegiatan edukasi keuangan yang memberikan multiplier effect ; Training of Trainers (ToT) serta kolaborasi edukasi keuangan generasi muda
Untuk pelindungan konsumen, OJK Tasikmalaya telah menindaklanjuti 494 pengaduan masyarakat dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen.
Sementara untuk layanan Sistem Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat penyelesaian 2.921 permintaan. permintaan secara langsung (walk in) sebanyak 1.826 dan 1.095 permintaan secara daring.
Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi sektor jasa Keuangan
“Memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat, sehingga sektor jasa keuangan di Priangan Timur semakin solid, adaptif, dan berdaya saing.” pungkas Nofa Hermawati @rls ad












