Fokus9_ RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya menunjukkan komitmen kemanusiaan yang luar biasa dalam menangani anak kena patuk ular berbisa jenis ular keling
DK (12 tahun) kena patuk ular pada bagian tangan kanannya saat tidur di lantai rumahnya hingga pingsan dan masuk ICU
Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun dari Desa Cilampung Hilir awalnya mengeluh sakit perut, nyeri nelan dan sesak nafas
Sejak tiba dengan keluhan sesak napas dan nyeri hebat, tim medis langsung bergerak cepat menempatkan DK di ruang ICU.
Hingga Selasa (7/4/2026) total sudah 10 hari korban dirawat di ruang ICU.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia mengatakan bahwa Rumah Sakit memberikan upaya “All-out” demi menyelamatkan nyawa sang bocah.
Pihak RS melakukan penanganan dengan menghadirkan dokter spesialis toksinologi langsung dari Bandung untuk memantau kasus langka ini.
Di saat stok menipis, Tim Rumah Sakit rela menempuh perjalanan bolak-balik Tasikmalaya-Bandung demi menjamin ketersediaan serum anti-venom.
Umumnya, pasien hanya membutuhkan 3-4 vial anti-venom (racun ular). Mengingat kondisi DK yang mengalami pelemahan otot paru-paru, penggunaan anti venom hingga 50 vial.
Meski DK terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, biaya pengobatannya telah membengkak melampaui plafon pelayanan dengan menyentuh angka Rp200 juta.
“Kami tetap berusaha sekuat tenaga menyelamatkan jiwa, apalagi ini seorang anak. Insya Allah, kita (Rumah Sakit) komitmen mencarikan solusi dana untuk menutupi kelebihan biaya tersebut demi membantu masyarakat.” kata dr. Eli Hendalia
Biaya Hidup dan Rumah Singgah Dari Baznas
Perjuangan ini tidak hanya terjadi di meja operasi, tetapi juga kecemasan orang tua korban akan biaya hidup saat anaknya di rumah sakit
Memahami beban berat tersebut, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya segera turun tangan memberikan bantuan nyata.
“BAZNAS memastikan akan memberikan bantuan biaya hidup bagi orang tua selama mendampingi DK di Rumah Sakit.” kata Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Eddy Abdul Somadi
Pihaknya juga menyediakan tempat istirahat yang layak bagi keluarga di rumah singgah. Sehingga, mereka dapat tetap bugar dan fokus mendukung kesembuhan sang anak tanpa harus memikirkan biaya penginapan.
Kolaborasi antara keahlian medis RSUD KHZ Musthafa dan dukungan sosial dari BAZNAS ini merupakan komitmen dan ikhtiar terbaik menyelamatkan sesama @ad












