TASIKMALAYA, FOKUS9_ Dalam pelayanan Kesehatan, RS Jasa Kartini tetap mengutamakan keselamatan atau kesehatan pasien sebagai hukum tertinggi (Salus Aegroti Summa Lex)
Untuk itu, pada Milad ke-29 RS Jasa Kartini mengambil tema ‘Adaptive, Competent and Beyond’. Mengikuti perubahan pelayanan kesehatan yang sangat dinamis termasuk digitalisasi (komputerisasi), memiliki kompetensi dan daya jangkau
“Semua untuk memudahkan pelayanan kesehatan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” kata Direktur PT. Karsa Abdi Husada H. Cecep Hendra, MBA pada Gebyar Ramadan dan Milad Jasa Kartini ke-29, Senin (9/3/2026)
Dengan begitu, pihaknya lebih jauh ingin memberikan kontribusi peningkatan taraf kesehatan khususnya masyarakat Kota Tasikmalaya, termasuk penanganan penyakit ‘ganas’
Selain melayani penanganan penyakit kanker, juga untuk bedah tulang (orthopedi), bedah PTKP (lubang cuci darah) dan CAPD. Juga, melayani rekam medis seperti fisiotherapi dan lainnya
“Itu merupakan upaya bagaimana caranya memudahkan melayani pasien yang memerlukan pengobatan. Kembali ke motto kami ‘hirup hurip, waluya keur balarea’.” tutur H. Cecep Hendra

Saat ini, RS Jasa Kartini merupakan satu-satunya rumah sakit di Kota Tasikmalaya yang mampu melayani penanganan penyakit kanker.
“Kami tidak pernah menolak pasien sepanjang sesuai regulasi, ada kamar dan kami mampu menangani.” ungkap Direktur RS Jasa Kartini dr. Riadhi Yulianto, Sp.B., Subsp.Onk(K)., SE., MBA. yang juga dokter spesialis kanker (onkolog)
Pelayanan BPJS PBI Non Aktif
Sementara, Kepala Bagian Pemasaran RS Jasa Kartini Ai Uuh M., Amd, Kep., SH menjelaskan pelayanan BPJS PBI dengan registrasi non aktif
Ia menyebut RS Jasa Kartini yang 90 persen melayani pasien BPJS tetap menerima pasien meskipun BPJS PBI nya non aktif.
Apalagi bagi pasien yang melakukan perawatan secara terus menerus seperti kemoterapi maupun hemodialisa. Pihaknya melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BPJS kesehatan, Dinas sosial dan Dinas Kesehatan
“Alhamdulillah tidak ada kendala dan pasien tetap terlayani dengan baik tanpa ada penolakan satu pasien pun. Rata-rata ada 5-6 pasien per hari yang PBI nya tidak aktif ” ujar Ai Uuh
Ia menjelaskan selama rentang waktu 3 hari proses pelayanan pasien BPJS, pihaknya mendapat VIP Khusus untuk koordinasi dengan dinas terkait @ad












