Tasikmalaya, Fokus9 | Komunitas Cermin memilih Walk Out dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komunitas Cermin dan DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026)
Keputusan Walk Out merupakan bentuk kekecewaan karena Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi tidak bisa hadir dalam pelaksanaan RDP

“Kami hanya ingin Walikota hadir, untuk mendengarkan beberapa usulan dan beberapa permasalahan yang ada di Kota Tasikmalaya.” kata Ketua Komunitas Cermin Acong
Selain itu, ia juga mengungkapkan rasa kecewa kepada DPRD Kota Tasikmalaya, karena tidak bisa memberikan waktu yang tepat untuk rapat dengar pendapat ini. “Kenapa tidak menggeser waktunya kalau memang ada kunjungan Wapres.” tuturnya
Acong menyebut, dalam pertemuan ini pihaknya akan menyampaikan beberapa permasalahan khususnya ekosistem kesenian, kebebasan berekspresi dan larangan genre musik reggae
“Selain untuk kegiatan komersil, kami ingin free saat menggunakan fasilitas publik.” ungkapnya
Buka Ruang Komunikasi
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi, menjelaskan bahwa usulan Komunitas Cermin tersebut sangat baik.
Adapun terkait permintaan mereka ingin menghadirkan Walikota Tasikmalaya, pihaknya tidak bisa memaksa, terlebih hari ini ada agenda kunjungan Wapres.
“Kami akan menyampaikan permohonan mereka hari ini untuk dapat bertemu langsung dengan Walikota.” ujar politikus PKS Heri Ahmadi
Senada, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi mendorong pemerintah khususnya kepada Walikota untuk membuka ruang komunikasi dan menampung aspirasi masyarakat
Menurutnya, sebagai negara demokrasi sudah menjadi kewajiban wakil rakyat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat atau pun komunitas.
“Kami berharap Walikota dapat membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.” ujar politikus PDI Perjuangan ini mengakhiri (eris / @ad **












