Tasikmalaya, Fokus9.com_ Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Tasikmalaya merupakan guru peradaban ilmu tata ruang dalam sejarah sunda.

Ada dua komponen sejarah peradaban yakni Tasikmalaya memiliki gunung dan laut. Selanjutnya Tasik punya pesantren dan kampung adat serta memiliki kreatifitas publik (bambu/Awi)
Untuk itu, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus tahu akan jati dirinya dan meyakini kuasaNYA. Kalau abai terhadap komponen peradaban sehingga menimbulkan kerusakan alam (gunung dan laut), tentunya tidak akan ada pembangunan
“Dengan mengetahui sejarahnya akan tahu potensinya, termasuk pentingnya bambu sebagai pusat ekosistem.” kata Dedi Mulyadi pada Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393, Sabtu (26/7/2025)
Menurutnya, syarat membangun pemerintahan adalah ilmu tata ruang (gunung kudu awian, lengkob kudu balongan lebak kudu sawahan). Termasuk nu potong ditampung nu Panjang montong di teukteuk ulah ngurug walungan ulah ngabeudah sagara. “Ajaran ini di Tasikmalaya, yang punya konsep gunung, imah (rumah) balong (kolam) dan sawah.” tutur kang Dedi Mulyadi (KDM)
Selanjutnya Ia menyebut jangan mengabaikan sejarah (Buhun kudu disuhun), menjaga agama serta menata negara. Ajaran buhun sunda dalam hal ini adalah Panca waluya ; cageur, bageur, bener, pinter, singer.

Filosofi Bambu (AWI)
Sedangkan Awi (bambu) itu ilmu ketauhidan melalui pendekatan kebudayaan (Rawayan Jati/diri kita yang sebenarnya) congo nyurup kana puhu (manusia paripurna ; kaluhur sirungan kahandap akaran)
“Tempat berdiamnya king cobra (awi sebagai pusat ekosistem) akar awi pageuh nalian taneuh, sirah cai ngaguludan, daunnya menjaga debu/partikel. Selain itu, menghasilkan Oksigen terbaik serta penebangan bambu tidak akan menghancurkan turunannya. Ini filosofi kreatifitas publik Tasikmalaya dari bambu yang melahirkan peradaban.” ungkap Dedi Mulyadi sekaligus menggagas Tasikmalaya menjadi Kabupaten Sukapura
Bupati, tambah KDM harus mengembangkan pusat peradaban pemeritahannya serta menginginkan identitas (jati diri) Kabupaten Tasikmalaya (reueus ka karuhun Sukapura). Kehidupannya sapapait, samamanis sabagja sacilaka, sareundeuk saigel sabobot sapihanean
Begitu juga Pemerintahannya landung kandungan laer aisan, leuleus jeujeur liat tali, pemimpinnya hade congcot, hade bacot hade gogog hade tagog. Termasuk Ajaran kanegaraannya ciri sabumi cara sadesa jawadah tutumbiritna @ad













