GARUT, FOKUS9_ Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut terus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan masyarakat.
Melalui Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Garut, Selasa (4/3), Tim TPKAD mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan

Hadir dalam Rapat Pleno, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati dan Wakil Bupati Luthfianisa Putri Karlina. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana serta anggota TPAKD dan para pemangku kepentingan terkait.
Sepanjang tahun 2025 TPAKD Kabupaten Garut telah melaksanakan delapan program kerja dengan fokus peningkatan akses keuangan masyarakat dan pemberdayaan UMKM. “Serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya bagi perempuan dan kelompok disabilitas.” kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati
Delapan program tersebut, terangnya merupakan upaya nyata dalam memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat secara lebih inklusif
Dorong Penguatan PED dan EKI
Selanjutnya, OJK mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendekatan berbasis klaster dan ekosistem. “Guna memastikan penyaluran pembiayaan lebih produktif dan berkelanjutan.” tutur Nofa Hermawati
Ia menyebut, melalui PED, pengembangan fokus pada sektor unggulan daerah seperti peternakan dan pertanian. Sementara EKI, mengintegrasikan seluruh rantai nilai produksi, distribusi hingga pemasaran dengan layanan keuangan formal.
Pada tahun 2026, rencana pengembangan EKI di Desa Wisata Tepas Papandayan. Hal ini untuk mendukung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif lokal melalui perluasan akses pembiayaan dan literasi keuangan.
Sebelumnya, implementasi EKI di Desa Wisata Sindangkasih (2024) menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha serta penggunaan layanan keuangan formal.
Selain itu, TPAKD Kabupaten Garut juga melanjutkan penguatan klaster peternak domba serta mendukung program UPLAND untuk komoditas kentang. Hal tersebut merupakan upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian unggulan daerah.
Selain itu, TPAKD juga memperkenalkan program BEREHAN (Berbagi Hewan Kurban). Program yang memberdayakan peternak lokal melalui skema penyediaan hewan kurban bagi ASN, sehingga dapat menciptakan kepastian pasar bagi peternak.

Sementara, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
“TPAKD memiliki peran strategis sebagai forum koordinasi di daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Sekaligus mendorong pembiayaan sektor produktif seperti UMKM, petani, dan peternak.” ungkap Abdusy Syakur Amin. rls/@ad












