Tasikmalaya, Fokus9.com_ Menghadirkan kualitas guru pendidik (kualifikasi guru) menjadi salah satu elemen penting untuk mewujudkan kualitas Pendidikan.
Untuk itu, peningkatan kualifikasi guru, kompetensi, kesejahteraan (prosperity) dan pengurangan beban administrasi (konsentrasi kepada tugas pokok mendidik/mengajar) menjadi perhatian

“Pendidikan para guru minimal D4 atau S-1 serta ada beasiswa untuk meraihnya. Pelatihan melalui UPT, BBPPMP dan bidang GTK serta pemberian tunjangan tambahan dan mulai 2026 mengurangi kelebihan beban administratif.” Kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Atip Latipulhayat, SH, LL.M, PhD
Ia menyampaikan hal tersebut pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 PGRI di lapangan Alun-alun Manonjaya, Sabtu (20/12/2025)
“Melalui revitalisasi satuan pendidikan, tidak boleh lagi ada fasilitas sekolah yang tidak memadai dan gurunya susah. Apalagi tahun 2026 wajib belajar 13 tahun.” tutur Atip Latipulhayat yang langsung mengikuti Jalan Sehat dengan seluruh peserta (PGRI) dan meninjau peresmian sekolah penerima program revitalisasi
Revitalisasi Hidupkan Marwah Sekolah
Sebagai fondasi utama pembangunan daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya concern dalam menggali potensi anak didik melalui fasilitas yang memadai. Upaya menghidupkan marwah sekolah sebagai tempat aman, nyaman dan menyenangkan untuk pertumbuhannya

Melalui program hasil tepat cepat (PHTC) inisiasi Kemendikdasmen merupakan aksi nyata untuk melakukan revitalisasi satuan Pendidikan. “Intervensi pada satuan Pendidikan yang paling membutuhkan dan menghilangkan ketimpangan hambatan birokrasi. Sehingga siswa dan guru segera merasakan manfaatnya dari perbaikan fisik maupun non-fisik. Tepat sasaran dan cepat eksekusi.” ungkap Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
Menurutnya, revitalisasi fisik (kualitas bangunan yang merata) dan revitalisasi Ekosistem dengan menerapkan menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dengan pusatnya siswa
Cecep menyebut, tahun 2025 mendapat bantuan revitalisasi satuan Pendidikan dari Kemendikdasmen sebesar Rp67,4 miliar. Untuk Sekolah Dasar (SD) Rp46,35 miliar (54 sekolah), Untuk 26 SMP sebesar Rp12,26 miliar dan 26 sekolah PAUD Rp8,02 miliar. Termasuk 2 lembaga PKBM/SKB sebesar Rp767,5 juta
Pihaknya telah menginstruksikan kepada dinas pendidkan dan kebudayaan serta dinas teknis untuk melakukan pendataan akurat, mempermudah perijinan dan administrasi. “Juga pengawasan ketat agar kualitas bangunan sesuai standar yang ditetapkan.” tegas Cecep Nurul yakin @ad












