Tasikmalaya, Fokus9.com_ Wakil Walikota Tasikmalaya Diky Chandra mengatakan bahwa Pemerintah Kota sedang mempersiapkan lubang biopori untuk mengatasi genangan air dan mengantisipasi banjir.

“Menyiapkan dan mengerjakan biopori sebagai tahap awal, khususnya di 31 titik lokasi yang sering terjadi genangan dan perlu mendapat perhatian.” Kata Diky Chandra usai rakor dengan BBWS dan Dinas PUPR-Perawaskim, Selasa (22/5/2025).
Menurutnya sebelum memiliki masterplan terkait penanganan genangan air dan banjir di Kota Tasikmalaya akan terus memunculkan perdapat yang berbeda. Untuk itu, dalam jangka pendek-menengah pihaknya menyiapkan pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan daya serap air sekaligus mencegah banjir.
“Secara anggaran, meskipun menyiapkannya belum banyak, setidaknya memancing pihak lain (pengusaha) terutama di titik-titik tertentu. Kita pun perlu memperhatikan pada saat musim kemarau, tidak hanya saat musim hujan,” tuturnya
Oleh sebab itu, harus ada kajian khusus dan tepat dari akademisi untuk meminimalisir dampak termasuk dari pembangunan perumahan (memperhatikan amdal). Pemkot pun, terang Diky Chandra telah melakukan Kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Citanduy (BBWS) khususnya terkait tata kelola air.

Tata Kelola Air, Sedimentasi dan Kolam Retensi
Dalam pengelolaan tata kelola air, BBWS menyarankan untuk melakukan sinergi dengan semua Lembaga yang ada. “Mengintegrasikan rencana tata Kelola air dalam rencana pembangunan perkotaan serta memiliki masterplan.” ujar Kabid Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Banjar Ramdani.
Ia menyoroti pembangunan permukiman yang tidak memperhatikan aspek lingkungan sehingga memiliki dampak saluran tersier tidak mampu menampung akibat limpahan air.
Kabid PSDA PUPR Kota Tasikmalaya Rino menyampaikan BBWS telah melakukan survey terkait sedimentasi sungai dan saluran yang menyebabkan genangan air. Pihaknya memberikan bantuan dalam hal pengangkutan sampah juga rekayasa lalu lintas serta membersihkan saat penanganan sedimen yang menyebabkan genangan air.
“BBWS akan membantu Kota Tasik diantaranya normalisasi saluran, mulai dari wilayah Cikalang dan Cikunten. Untuk di wilayah Mangkubumi merupakan kewenangan BBWS dan Provinsi, kami memfasilitasi dan memediasi karena merupakan kajian lintas sektor.” Ungkap Rino
Sementara, Tim pelaksana normalisasi saluran BBWS Banjar Ijang menyebutkan akan memulai pengerjaan pada sabtu (26/4) di wilayah Cikalang. Sedangkan di Wilayah Mangkubumi yang ada di area Cikunten II, pihaknya membuat kajian membangun kolam retensi dengan memperhatikan aspek sosial. @ad












