Tasikmalaya, Fokus9.com_ Untuk meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memastikan kualitas Pendidikan madrasah dapat berjalan seiring, Kemenag Kota Tasikmalaya melaksanakan PPG bagi guru madrasah.

Semua guru madrasah negeri maupun swasta yang belum memiliki sertifikat pendidik dan telah memenuhi syarat (eligibel) berhak mengikuti PPG. Proses seleksi mudah yakni melalui seleksi administrasi dan portofolio guru. Validasi data dan verifikasi terutama untuk menentukan guru-guru yang memenuhi syarat mengikuti PPG
Pendidikan Profesi Guru (PPG) ini untuk meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian guru agama yang telah mengajar minimal 1 tahun. Guru yang belum S1 atau belum setahun mengajar, sesuai regulasi belum bisa mengikuti PPG.

“Peserta yang lulus PPG akan mendapat sertifikat dan berhak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG).” kata Penmad Kemenag Kota Tasikmalaya Dr H Saripudin pada Pembinaan Guru dan Tenaga kependidikan di Sambel Hejo, kamis (24/4/2025).
TPG bagi guru non-ASN, terang Saripudin akan naik dari Rp 1,5 juta menjadi 2 juta per bulan. Syaratnya memiliki sertifikasi dan belum inpassing. Sementara bagi guru ASN, TPG tetap setara dengan satu kali gaji pokok sesuai regulasi yang ada.
Saripudin mengharapkan, program PPG khususnya di Kemenag Kota Tasikmalaya dapat meningkatkan kualitas guru sehingga menghasilkan siswa unggul. Setelah PPG, Ia menyebut ada Tunjangan Profesi Guru (TPG). “Dulu presiden mengatakan Rp 2 juta, kita masih di Rp 1,5 juta. Semoga segera mendapat tambahan dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu.” tutur Saripudin
Ia menambahkan PPG ini tidak melihat linieritas yang menjadi kesulitan bagi guru yang tidak linier jenjang pendidikannya karena banyaknya PAI. Jadi, saat ini selama masa periode ada dalam juknisnya, siapapun bisa menjadi guru kelas.
Dalam pembinaan guru dan tenaga kependidikan dengan tagline “Guru bermutu madrasah maju dan Bermakna”, Kemenag mengharapkan kesejahteraan guru dapat meningkat. “Korelasi dengan peningkatan kualitas guru serta dapat menghasilkan generasi unggul.” pungkas H Saripudin @ad












