FOKUS9_ Fenomena iklim global El Nino kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca
Hasil analisis situs resmi BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan intensitas El Nino yang sangat kuat dari biasanya. Sehingga munculkan istilah ‘Godzilla El Nino’.
Kondisi tersebut memiliki potensi memengaruhi musim kemarau 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.
Hal ini dapat membawa dampak signifikan bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada kestabilan musim
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan dan membawa konsekuensi serius karena ketergantungannya pada ketersediaan air.
Kekeringan panjang dengan prediksi estimasi dampak El Nino selama enam bulan ini, dapat menurunkan produktivitas sekaligus mengganggu ketahanan pangan nasional.
Langkah Taktis Pemkab Tasikmalaya
Kadis Pertanian dan Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mendampingi Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al Ayubi
Menghadapi ‘ancaman’ tersebut, Pemkab Tasikmalaya mengambil langkah taktis menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena Godzilla El Nino dan menjaga produktivitas pertanian
“Melalui penguatan infrastruktur irigasi, pompanisasi dan optimalisasi sumber air termasuk pemanfaatan sungai dan embung bagi lahan pertanian.” kata Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi usai Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian, Senin (20/4/2026)
Langkah pertama dengan mengamankan bantuan inftastruktur air bagi para petani, pembangunan embung dan long storage di titik-titik rawan kekeringan. Selanjutnya, tambah Ia adalah pemeliharaan irigasi yang menyeluruh.
Asep Sopari menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat persetujuan Kementerian Pertanian atas usulan langkah antisipasi menghadapi bahaya kekeringan ekstrem/kemarau panjang ini
“Sebanyak 19 irigasi perpompaan, 36 irigasi perpipaan, 14 embung dan 26 unit Dam Parit (long storage). Sedangkan untuk pemiliharaan irigasi dari alokasi 10 menjadi 197 saluran.” ungkapnya
Saluran dan irigasi serta sistem sarana dan prasarana pertanian ini, harap Asep Sopari memiliki kehandalan yang cukup dan berfungsi dengan baik. “Sehingga dapat mengantisipasi potensi bahaya kekeringan sejak awal.” pungkasnya @ad












