Tasikmalaya, Fokus9.com_ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kampanye nasional keuangan syariah selama Bulan Ramadan, dengan program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah).

“Gerak Syariah 2025 merupakan kampanye nasional keuangan syariah selama Bulan Ramadan. Dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat secara umum.” kata Kepala Bagian PEPK dan LMS OJK Tasikmalaya Dendy Juandi pada Talkshow Bellasalam, kamis (6/3/2025).
Dia menyebut tantangan pengembangan keuangan syariah salah satunya adalah masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi kepada masyarakat.
“Meskipun indeks literasi keuangan syariah mengalami peningkatan signifikan, namun indeks inklusi keuangan syariah masih rendah.” urainya.
Hal ini menciptakan gap yang tinggi antara tingkat literasi dan inklusi. Untuk itu, perlu melakukan peningkatan edukasi sehingga pemahaman masyarakat meningkat.
Edukasi dengan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ada syariah yang sesuai dengan prinsip keuangan islam itu menggunakan produk keuangan syariah.
“Tentang pentingnya pengelolaan keuangan syariah yang lebih baik, serta mendorong inklusi keuangan syariah yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.” ungkap Dendy Juandi
Modus Penipuan Meningkat Jelang Lebaran
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima dan mencatat pengaduan konsumen terkait penipuan yang trend nya meningkat menjelang Lebaran.
Saat bulan puasa biasanya masyarakat akan banyak kebutuhan sehingga ingin lebih konsumtif. Para pelaku penipuan jasa keuangan memanfaatkan hal ini untuk menjerumuskan mereka.
Para penipu akan menawarkan pinjaman online ilegal dengan iming-iming verifikasi cepat dan lainnya yang menggiurkan masyarakat. Namun pada akhirnya masyarakat justru terjebak dan masuk ke dalam skema pinjaman online ilegal
Biasanya pinjaman online ilegal akan memiliki bunga lebih tinggi dan kemudian memberikan intimidasi berlebihan saat penagihan kepada konsumen.
Saat ini, pinjaman online legal hanya ada 97 aplikasi. Sedangkan yang sudah ditutup sejak 2017 hingga akhir Januari 2025 sebanyak 10.197 pinjaman online ilegal.
Selain itu, ada juga investasi ilegal dan penipuan berkedok arisan menjelang lebaran. “Untuk mencegah penipuan terkait investasi kuncinya 2 L yakni Legal dan Logis.” ungkap Dendy Juandi saat interaksi
Selain itu, Dendy meminta masyarakat waspada untuk tidak serta merta membuka pesan yang diterima berupa link. Karena bisa jadi merupakan aplikasi bodong yang bisa menguras rekening pribadi.
Dendy juga memberikan beberapa tips dalam mencegah penipuan. Pertama, selain harus waspada dan jangan mudah percaya . Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan akal sehat dan selalu memverifikasi serta cek dan recheck. “Utamanya menjaga perilaku. antara keinginan dan kebutuhan termasuk pola konsumtif,” pungkasnya @ad












