Tasikmalaya, Fokus9.com_Isu tematik persoalan Kota Tasikmalaya menjadi topik bahasan debat publik para paslon Walikota Tasikmalaya, sabtu (2/11/2024) malam
Persoalan 6,55 persen pengangguran dan strategi dalam menciptakan lapangan kerja yang relevan dengan minat dan keterampilan. Persoalan kemiskinan, kesenjangan, pertumbuhan ekonomi dan pendidikan, kesehatan serta daya beli (IPM) termasuk munculnya kenakalan remaja.

Paslon nomor urut 5 Yanto-Amin menjelaskan bahwa IPM menjadi indikator keberhasilan dalam upaya pembangunan. “IPM dengan dimensi dasar umur panjang, hidup sehat serta pengetahuan dan standar hidup layak. IPM Kota Tasikmalaya masih 74,47 poin,” kata Yanto Aprianto.
Persoalan lainnya adalah persampahan. Baik sampah rumah tangga dan sampah pasar tradisional penyumbang 315 ton sampah per hari ke TPA Ciangir. Pengelolaan serta solusi menjadi prioritas pemecahan.
“Pengelolaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan melakukan 3 R , TPS di tiap kelurahan serta menjadikan TPA Ciangir bukan hanya sanitasi refill, tetapi dengan teknologi mengubah limbah menjadi energi dan produk,” ungkap Viman Alfarizi Cawalkot nomor urut 4
Terkait PPDB yang menjadi polemik di Kota Tasikmalaya, Cawalkot nomor 3 Muhammad Yusuf tegas mengatakan akan menghapus zonasi. “Banyak menimbulkan perdebatan karena adanya penumpang KK. Akibatnya sekolah swasta tidak mendapat murid. Kedepan, lebih baik menghilangkan sistem zonasi,” tuturnya.
Selanjutnya, optimalisasi 10 pasar tradisional khususnya pasar Cikurubuk dengan 9 Pusat perbelanjaan dan 943 minimarket yang mengepungnya.
Cawalkot nomor urut 2 Ivan Dicksan akan melakukan revitalisasi Pasar Cikurubuk. Setelah menyelesaikan penyerahan fasum fasos dari pengembang, akan menjadi aset pemerintah. Sehingga, pihaknya dapat mengintervensi untuk melaksanakan pembangunan fasum fasos.
“Menjadikan pasar cikurubuk yang bersih, nyaman dan dicintai masyarakat serta nyaman berbelanja. Karena, pasar tradisional Cikurubuk memiliki fungsi regional bagi wilayah lain sekitar Kota Tasikmalaya,” tandasnya
Untuk mengatasi lahan pertanian dan kedaulatan pangan Kota Tasikmalaya, Cawalkot Nurhayati tawarkan smart farming dan urban farming. “Bertani dengan cerdas (organik) tidak merusak lingkungan serta proyeksi keberlanjutan,” urai cawalkot nomor urut 1 ini
Antisipasi dampak lingkungan, polusi dan lahan yang lebih sempit hadirnya Exit TOL Getaci di Mangkubumi. Walaupun dampak positifnya mengangkat produk UMKM dan menjadi area promosi potensi Kota Tasikmalaya. @ad












