CIAMIS, Fokus9.com_Mengarak puluhan benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu dari Bumi Alit (museum) mengawali prosesi Upacara tradisi Nyangku. Kemudian membawanya ziarah ke Makam Prabu Hariang Kencana di Nusa Gede atau pulau tengah Situ Lengkong dengan menggunakan perahu.
Setelah itu, menuju Alun-alun Panjalu atau Taman Borosngora untuk pelaksanaan penjamasan (pencucian). Pensucian benda pusaka dalam tradisi Nyangku ini meliputi pedang Zulfikar, keris komando, kujang, serta benda pusaka lainnya.
Pencucian benda pusaka itu menggunakan air Tirta Kahuripan dari sembilan mata air di sejumlah daerah (52 titik mata air). Diantaranya mata air dari Gunung Salak Bogor, Majenang Jawa Tengah, Kuningan, Talaga, Ciamis dan daerah lainnya.
“Benda pusaka berupa pedang itu merupakan cinderamata dari Sayidina Ali. Waktu itu Borosngora belajar Islam dari Sayidina Ali di Mekah. Sebelum pulang menerima cinderamata, salah satunya pedang,” ungkap pemangku adat Rd. Agus Gunawan Cakradinata.
Tradisi membersihkan benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora setiap bulan Maulud ini, ucap Agus memiliki makna membersihkan atau menyucikan diri.
Ia menyebut Prabu sanghyang Borosngora merupakan penyebar Islam di Panjalu. “Mengingat jasa beliau dengan cara merawat peninggalannya,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa upacara Nyangku telah berlangsung sejak zaman Kerajaan Panjalu. “Setiap tahun, masyarakat menggelar upacara ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap pusaka yang telah menjadi bagian sejarah,” jelasnya
Sementara Sekretaris Disbudpora Ciamis Ega Anggara mengatakan tradisi Ini merupakan bagian dari menjaga dan melestarikan tradisi dalam rangka mengenalkan sejarah masa lalu kepada generasi penerus.
“Menumbuhkan rasa memiliki dan bangga terhadap budaya daerah sendiri sebagai bagian dari budaya nasional,” kata Ega Anggara
Tradisi Nyangku juga menjadi sebuah kegiatan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan atau peziarah dari luar daerah terutama dari Jawa Timur.
Warga luar daerah juga banyak yang hadir mengikuti Tradisi Nyangku. Hal ini tentunya berdampak positif bagi perekonomian warga dan pariwisata di Situ Lengkung Panjalu Ciamis. @ad












