Tasikmalaya, Fokus9.com_Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengapresiasi implementasi beberapa capaian pemerintah serta memberikan catatan penting sebagai pembangkit pemikiran.
Dia menyampaikan hal tersebut pada rapat paripurna istimewa Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-392, jumat (26/7/2024).

Dia menyebutkan, Kabupaten Tasikmalaya mampu menciptakan suasana aman dan damai, kehidupan beragama dan toleransi terjaga serta konsistensi penurunan angka kemiskinan. Selain itu, IPM yang meningkat serta kemajuan desa, karena tidak ada lagi desa tertinggal bahkan memunculkan banyak desa mendiri.
Selanjutnya, dalam situasi keterbatasan fiscal, pemerintah dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya mampu menjaga kesehatan fiskal daerah. Sedangkan daerah lain malah mengalami defisit fiskal, sehingga menunggak pembayaran kepada pihak ketiga atau gagal bayar.
“Namun, memerlukan perhatian khusus terhadap pengendalian fiskal yang masih sangat rendah ini (10-11 persen), terutama dalam mengelola potensi PAD,” kata Asep Sopari.
Catatan Kurang Memuaskan di Momen Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya

Sebagai bahan introspeksi dan pembangkit pemikiran kedepan, Asep Sopari menyoroti masih rendahnya investasi di Kabupaten Tasikmalaya. Tahun 2023, nilai investasi di Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 446 miliar. Masih sangat rendah jika melihat Kabupaten Garut yang berhasil meraup Rp 1.17 triliun.
“Belum optimalnya promosi investasi, belum tersedianya peta potensi peluang investasi serta belum optimalnya infrastruktir pendukung proses investasi,” ungkapnya
Berikutnya, IPM sektor kesehatan dengan masih tingginya tingkat kematian ibu dan bayi, serta upaya penurunan angka stunting (20,7). Asep Sopari menyebutkan jangkauan fasilitas kesehatan yang berkualitas serta kurangnya sapras persalinan dan asupan makanan bergizi ibu hamil.
Hal tersebut karena belum meratanya pembangunan RS di penjuru Kabupaten Tasikmalaya seperti tertuang dalam RPJP 25 th sebelumnya. “Pemerintah baru membangun satu rumah sakit SMC (sekarang KHZ Musthafa). Dalam RPJPD rencana membangun 4 rumah sakit di wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” tuturnya.
Pihaknya mendorong promosi panjang jaringan jalan dan upaya pemerintah untuk meningkatkan masyarakat yang berpenghasilan rendah (zero masyarakat dibawah garis kemiskinan). Juga, optimalisasi layanan perlindungan dan jaminan social (UHC masih 75) dan masih rendahnya angka rata-rata lama sekolah.
“Hal tersebut mempengaruhi terhadap kebijakan dan pembangunan. Untuk itu, kedepan, perlu merumuskan dan mendorong para pengambil kebijakan mampu mengakselerasi dalam mengambil keputusan dengan cepat tanggap dan substansial,” jelasnya @ad












