Tasikmalaya, Fokus9.com_Lembaga jasa layanan keuangan dengan konsep syariah/islami tanpa riba kini hadir di Tasikmalaya termasuk untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta keinginan masyarakat untuk memiliki rumah tanpa ribet.

Amaludin M.ST, pendiri Islamic Micro Finance (IMF) Ksatria Indonesia Maju (KIM) yang disupport Sinar Mas Grup Juanindo, senin (27/5/2024) melaunching kantor baru IMF di Permata Regency depan kampus STIA Kota Tasikmalaya
“Salah satu lembaga keuangan mikro syariah yang memberikan jasa layanan keuangan termasuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dengan produk Amalun dengan harga produk yang jauh lebih murah,” kata Amaludin, M.ST
Selain itu, ATM Sembako Murah (ATM) mandiri yang tidak memberatkan masyarakat sehingga dengan uang Rp 10.000 pun bisa berbelanja kebutuhan pokok serta memudahkan masyarakat yang mendambakan kepemilikan rumah dengan syarat mudah

“Cukup dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK) serta NPWP yang bisa disusulkan jika belum memiliki. Melalui digitalisasi dibangun perumahan yang smart village dan bayarnya flat. Dengan KIM kita bisa membangun itu dan masyarakat mengetahui pengeluarannya,” ungkap Amaludin
Dijelaskan Amaludin, jika terjadi permasalahan setelah proses pembiayaan, akan dilihat dahulu apakah karena faktor usahanya yang menurun, atau karena faktor karakter yang akan terkait dengan sanksi sosial
“Apabila faktor usaha, kami akan carikan solusi terbaik seperti melakukan perpanjangan atau penambahan modal usaha untuk meningkatkan performa usahanya,” tuturnya
Disebutkan, IMF cabang Tasikmalaya merupakan cabang ke-7 di Indonesia sejak didirikan tahun 2007 di Sulawesi Tenggara. Tahun ini, akan berkantor pusat di BSD Tanggerang Jawa Barat
Sementara, Kepala Kantor Islamic Micro Finance (IMF) Ksatria Indonesia Maju (KIM) cabang Tasikmalaya Alfie Akhmad menjelaskan bahwa konsep yang ditawarkan IMF agar lapisan masyarakat kecil dapat menikmati layanan jasa keuangan dengan mudah sehingga diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan yang terjadi di masyarakat Tasikmalaya
“Produk ini bagaimana kita mengharuskan atau mengkampanyekan menabung. Konsep tidak ada riba sama sekali dengan dasar tolong menolong. Hal inilah yang menjadikan IMF menjadi solusi di tengah keterpurukan dan alternatif mengatasi terjadinya kesenjangan di masyarakat,” ujar Alfie Akhmad
Untuk itu, Alfie mengajak masyarakat dapat menggunakan jasa layanan keuangan syariah ini dengan produk-produk yang ditawarkan sehingga terbangun kerangka pemikiran untuk dapat memanfaatkan serta menjadi solusi dan alternatif bagi permasalahan pembiayaan di Tasikmalaya @ad












