Tasikmalaya, Fokus9.com
Ketua MUI Jawa Barat Prof Rahmat Safei, LC mengukuhkan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya masa hidmat 2023-2028 hasil Musda ke-5 MUI Kota Tasikmalaya, sabtu (28/10/2023) dengan Ketua MUI Kota Tasikmalaya terpilih KH Aminudin Bustomi di Ruang Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, rabu (27/12/2023)

Menurut Prof Rahmat, Tasikmalaya merupakan wilayah yang spesial karena menjadi tempat pertama Organisasi wadah para ulama MUI itu lahir yakni pada tahun 1958 dipicu konflik di tatar sunda dengan mulai merebaknya PKI dan konflik DI/TII dengan militer di Malangbong Kabupaten Garut
MUI Jawa Barat periode 1958-1967 yang awalnya bernama Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) memiliki program bersama militer ikut serta dalam menjaga keamanan dan mengemban amanah dakwah kepada masyarakat agar selamat dari gangguan PKI maupun konflik dengan DI/TII
“Konferensi diadakan tanggal 7-9 Oktober 1958 dan diputuskan untuk mengganti nama BMAU menjadi Majelis Ulama (MU) dengan ketua umumnya KH. Sudja’i (Mama Kudang). Rumusan awalnya terjadi di gedung Mitra Batik Tasikmalaya,” ungkapnya
Ketua Umum MUI Kota Tasikmalaya periode 2023-2028 KH Aminudin Bustomi berkomitmen menjadikan Organisasi para ulama MUI sebagai wadah berkumpul para ulama dalam merumuskan, mengkaji beragam persoalan yang mengemuka untuk kemudian direkomendasikan kepada setiap stakeholder di Kota Tasikmalaya
Pihaknya siap berkolaborasi dengan setiap stakeholder dalam menyikapi beragam persoalan yang terjadi di Kota Tasikmalaya terutama dalam menumbuhkan dan menguatkan akhlak, akidah dan lainnya

Sementara, Pj Walikota Cheka Virgowansyah mengatakan kolaborasi dengan MUI diharapkan beberapa program yang digulirkan dapat berjalan secara maksimal. Dengan pendampingan dari MUI yang suaranya bisa didengar karena secara batiniah sudah lebih dulu ‘menerima’, program pemerintah diharapkan berjalan baik
“Sebelum pemerintah menyampaikan programnya itu sudah diterima dulu seperti kalibrasi arah kiblat, permasalahan pengentasan kemiskinan yang salah satunya beberapa bantuan sosial yang tidak tepat sasaran sehingga data orang miskin malah meningkat,” ujar Cheka yang mengajak MUI bersama membangun peradaban
Senada, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH, M.Si mengharapkan MUI dapat menjaga dan mengemas persatuan dan kesatuan bangsa, ukhuwah islamiah, Watoniah dan insaniah karena dengan kebersamaan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dimana kuncinya adalah menjaga ukhuwah
“Bersatu padu dan menghasilkan hal-hal positif diharapkan program MUI dalam Rakerdanya menghasilkan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada di Kota Tasikmalaya,” tandasnya @ Ayi Darajat












