Tasikmalaya, Fokus9.com
Anggota Korpri yang juga ASN harus bisa menjawab tantangan di masa depan yang semakin komplek dan dinamis. Dibutuhkan ASN yang tangguh dan profesional dengan lebih meningkatkan kinerja dan kualitas dirinya (inovatif, kreatif dan kolaboratif) sehingga diharapkan menjadi motor penggerak untuk melakukan percepatan pembangunan

Juga, harus bisa merasakan kebutuhan yang dirasakan masyarakat, sebagai fasilitator penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat dan bisa menjaga kondusivitas di tengah-tengah masyarakat
Sedangkan PGRI sebagai organisasi profesi yang menjadi saluran aspirasi para anggotanya (guru) dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, mengedepankan sikap terbuka/inklusif, memegang teguh etika dan saling menghormati dalam spirit organisasi yang mandiri serta harus terus menjaga kemitraan yang strategis dengan pemerintah
Hal tersebut dikatakan Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto pada HUT ke-52 Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Hari Guru Nasional (HGN) 2023 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 tahun 2023 tingkat Kabupaten Tasikmalaya di Lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, rabu (29/11/2023)
Dia berharap, ASN yang tergabung dalam Korpri tidak hanya sekedar eksis dan hadir, tetapi bagaimana berkontribusi, berkinerja dalam menghadapi tantangan yang semakin komplek, sementara kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas. Untuk itu, Korpri harus kompak dan bersatu
“Memasuki Pemilu 2024, ASN harus betul-betul menjaga netralitas serta berperan aktif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya agar pesta demokrasi berhasil secara substansi bukan hanya penyelenggaraan saja,” pesannya

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Juhana memandang fungsi dan peran guru saat ini cukup berat akibat permasalahan terkait perilaku anak efek Covid-19, perubahan kurikulum, percepatan teknologi dan dihadapkan pada masalah dampak stunting dan bullying
“Tugas dan fungsi guru itu multi ; kemasyarakatan, siswa, kelembagaan, juga potensi dirinya,” ungkapnya
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, tambahnya dilakukan strategi seperti pengawasan yang ketat agar tidak terjadi bullying, melakukan pendekatan secara personal dalam melihat anak dampak stunting dan harus mampu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi
“Guru harus mampu mengantarkan anak didik untuk memasuki Indonesia emas dan PGRI tetap bergerak untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan status guru Indonesia,” pungkasnya @ Ayi Darajat












