Tasikmalaya, Fokus9.com
Tasikmalaya memiliki sejarah penting perkoperasian Indonesia dengan diadakannya kongres pertama Koperasi Indonesia tahun 1947 yang menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi dan gotong royong menjadi azas koperasi serta berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)

Rencana revitalisasi Monumen Tugu Koperasi dan Gedung Pusat Koperasi Kota Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) di Jalan Moch hatta no. 40 Kota Tasikmalaya bisa menjadi wadah gerakan dan badan usaha bersama yang mandiri dan modern serta destinasi wisata baru dalam bidang koperasi
“Bisa menjadi ikon koperasi nasional, outputnya sumber PAD,” kata H. Murjani, SE, MM, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya
Rencana revitalisasi tersebut menurut politikus Partai Gerindra tinggal menunggu kesepakatan teknis kerjasama antara Forum Koperasi Besar (FKB) yang menunjuk Koperasi Perkasa sebagai koperasi sekunder, pihak pengelola kawasan revitalisasi tugu koperasi dengan Pusat Koperasi Kota Kabupaten Tasikmalaya (PKKT)
“MoU sudah ditandatangani pada Maret tahun 2019, disaksikan Menteri Koperasi dan Gubernur Jawa Barat serta Walikota Tasikmalaya di Bandung Jawa Barat,” ungkap Murjani mantan anggota Komisi II yang sekarang menjadi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmlaya, rabu (1/11/2023)

Disebutkan, dalam MoU tersebut ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama (PKS) yang masih dalam proses karena ada beberapa poin yang belum diselesaikan yang harus disepakati kedua belah pihak khususnya kesepakatan terkait nilai harga tanah
Pihak Koperasi Perkasa memberikan dua opsi ; jual lepas atau penyertaan modal (menilai asetnya PKKT sebagai penyertaan modal dalam pembangunan kawasan tersebut dan menjadi saham PKKT)
Dalam rencana layout dan gambar selain tugu koperasi yang menjadi nilai history, dibangun juga gedung sekretariat/kantor dan museum dengan Luas kurang dari dua hektar
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Dinas Koperasi UMKM Indag Kota Tasikmalaya, Kementerian koperasi menurutnya sudah mengarahkan kebijakan revitasisasi koperasi lebih kepada profesionalisme dalam pengelolaan koperasi serta mengutamakan kualitas dari pada kuantitas (yang tidak melaksanakan RAT dan vakum direkomendasikan untuk dibubarkan)
Dalam upaya membangkitkan kembali koperasi menjadi sokoguru (pilar ekonomi) bangsa Indonesia, Tambah Murjani keterlibatan kaum millenial di era digitalisasi sangat penting. Partisipasi generasi muda atau kaum millenial sangat dibutuhkan dan diharapkan mereka tahu sejarah dan menggali potensi koperasi untuk kesejahteraan rakyat @ Ayi Darajat












