Tasikmalaya, Fokus9.com
Pesawat terbang yang dijadikan monumen di Taman Kota akan menambah spot daya tarik baru bagi pengunjung di pusat Kota Tasikmalaya

Pesawat berukuran relatif kecil jenis SIAI-Marchetti SF.260 milik TNI AU yang sudah tidak digunakan ini merupakan satu dari 19 unit pesawat hibah dari Republic of Singapore Air Force (RSAF) pada tahun 2002 sebagai bentuk perhatian dan kerjasama bidang militer antara Indonesia dan Singapura
Pesawat ringan sayap rendah (low wing) SIAI-Marchetti SF.260 buatan italia ini merupakan pesawat latih dasar (basic trainer) dan sering dijuluki Ferrari Udara karena performanya dalam hal kecepatan dan kelincahan bermanuver
Pesawat ini digunakan pemerintah Indonesia untuk memperkuat armada TNI Angkatan Udara dan mulai tahun 2013 dinyatakan berhenti beroperasi dari jajaran TNI AU.
Sejak saat itu, beberapa dari pesawat itu digunakan untuk keperluan pendidikan sebagai Alins Alongin (sarana pendidikan) bidang teknik pesawat, ada pula yang dijadikan monumen untuk mengenang sejarah perjuangan dan kedirgantaraan

“Monumen pesawat terbang ini merupakan upaya pemerintah untuk menambah spot daya tarik di pusat kota. Selain memiliki banyak pilihan tempat menarik, diharapkan menjadi wahana edukasi bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana, rabu (17/5/2023)
Sejumlah warga masyarakat khususnya pengunjung Taman Kota Tasikmalaya mengapresiasi pembuatan monumen pesawat SIAI-Marchetti SF.260 dengan kode lambung LM-2617 (Latih Muda dengan nomor registrasi pesawat 2617) itu, meskipun ada yang mempertanyakan karena pada awalnya pesawat yang akan dijadikan monumen adalah pesawat tempur
“Tidak menjadi persoalan, anak-anak bisa mengenal lebih dekat tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Wahana pendidikan bagi masyarakat tentang kedirgantaraan dan dengan penempatan yang baik bisa menambah estetika Kota Tasikmalaya,” ujar Darmawan (43) warga Kecamatan Cipedes mengapresiasi
ad/ad












