Tasikmalaya, Fokus9_ Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026 masih mencatat defisit sebesar Rp27,4 miliar.
Perubahan tersebut antara lain pengaruh dari tidak tercapainya proyeksi pendapatan serta adanya penyesuaian sumber dan penggunaan pembiayaan
Penyusunan Raperda tentang Perubahan APBD ini setelah Pemkot dan DPRD menyepakati Perubahan KUA-PPAS 2026.
“Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, pergeseran antar organisasi, program dan kegiatan. Hingga jenis belanja, serta keadaan darurat atau luar biasa,” kata Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi pada Rapat Paripurna, Jumat (11/9/2026)
Dalam rancangan perubahan tersebut, pendapatan daerah semula ditetapkan Rp1,475 triliun dan bertambah Rp11,6 miliar atau 0,79 persen menjadi Rp1,486 triliun.
Kenaikan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertambah Rp11,6 miliar menjadi Rp467,2 miliar. Sementara pendapatan transfer meningkat tipis menjadi Rp1,019 triliun
Di sisi belanja, anggaran semula Rp1,525 triliun bertambah Rp19,5 miliar atau 1,28 persen menjadi Rp1,545 triliun.
Belanja operasi naik Rp5,2 miliar menjadi Rp1,458 triliun. Belanja modal meningkat 58,23 persen menjadi Rp84,8 miliar, sedangkan belanja tidak terduga turun 89,81 persen menjadi Rp1,9 miliar.
Pada komponen pembiayaan, penerimaan pembiayaan turun Rp20,2 miliar menjadi Rp52 miliar. Penurunan tersebut terjadi akibat penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) hasil audit BPK RI.
Sementara pengeluaran pembiayaan turun menjadi Rp20,7 miliar yang dialokasikan untuk penyertaan modal daerah. “Dengan demikian, pembiayaan neto tercatat Rp31,2 miliar.” tutur Viman Alfarizi
Ia mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan APBD Perubahan 2026 masih mengalami defisit Rp27,4 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu poin bahasan bersama antara Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD.
Dengan empat poin ini, Viman mengharapkan dapat menyelesaikan defisit Rp27,4 miliar sehingga program pembangunan tetap berjalan @ad












