Purwokerto, Fokus9_ Mengingat NPL yang sudah menyentuh angka 7,7 persen, mengharuskan Industri Perbankan di Priangan Timur memperbaiki kualitas kreditnya.
Saat ini, penyaluran kredit sektor non UMKM baik Bank umum maupun BPR menunjukkan trend positif. Sedangkan untuk sektor UMKM sendiri mengalami penurunan.
Kondisi ini karena adanya penurunan daya beli masyarakat dan rentannya industri UMKM, termasuk liquiditas kecil dan banyaknya keterbatasan dari UMKM

“Not Performing Loan (NPL) sudah melampaui ambang batas dari Bank Indonesia sebesar 5 persen. Ini mengharuskan Perbankan memperbaiki kualitas kreditnya.” kata Ketua OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati saat Jumpa Pers di Joglo Indah Purwokerto, Kamis (21/5/2026)
Namun, pihaknya menekankan tetap melaksanakan penyaluran kredit dengan menerapkan managemen resiko lebih baik agar tidak menambah porsi NPL (memperbaiki NPL)
Selanjutnya, OJK Tasikmalaya juga menjelaskan kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Priangan Timur yang saat ini banyak yang melakukan konsolidasi
“Dari 21 BPR di Priangan Timur, setelah konsolidasi bisa menjadi 13 BPR.” tutur Nofa Hermawati
Menurutnya, hal tersebut (konsolidasi) untuk memperluas permodalan, kinerja operasional lebih efisien dan memperkuat daya saing serta kualitas penerapan tata kelola
Sementara, industri non bank menyangkut LKN dan Pegadaian. Bahkan, saat ini Pegadaian bisa menjadi game charger @ad












