Purwokerto, Fokus9_ Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah Priangan Timur tercatat mencapai 156 persen. Umumnya, kisaran ideal perbankan berada di level 80 hingga 90 persen.
Tingginya LDR ini menunjukkan ketergantungan kebutuhan likuiditas perbankan daerah dari luar wilayah termasuk dari kantor pusat masing-masing bank.
“LDR yang mencapai 156 persen ini menandakan bahwa penyaluran kredit di Priangan Timur cukup tinggi. Sehingga membutuhkan tambahan dana dari luar daerah atau dari kantor pusat bank.” kata Nofa Hermawati usai Jumpa Pers di Joglo Indah Purwokerto, Kamis (21/05/2026)
Kondisi ini mencerminkan penghimpunan dana masyarakat (DPK) belum dapat mengimbangi tingginya penyaluran kredit. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah masih rendahnya budaya menabung di masyarakat
Menurut Nofa, perlu meningkatkan budaya menabung di masyarakat. Karena, jika dana pihak ketiga tidak mencukupi, permodalan untuk penyaluran kredit juga akan terbatas sehingga butuh sumber dana dari luar
“Penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi kunci untuk mendorong peningkatan DPK. Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit di daerah.” tutur Nofa Hermawati
Penanganan Investasi Ilegal
Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengungkapkan pula ada enam aktivitas investasi ilegal yang telah masuk Satgas PASTI Jawa Barat
Satgas PASTI telah menangani salah satu investasi ilegal yang mengatasnamakan MBA. Sedangkan lima aktivitas lainnya masih dalam tahap koordinasi dan pembahasan lebih lanjut melalui forum Focus Group Discussion (FGD)
“Kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman terhadap laporan. Penanganan secara terpadu bersama Satgas PASTI untuk memastikan perlindungan masyarakat dari praktik investasi ilegal,” ungkap Nofa Hermawati.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan yang tidak logis. Pastikan produk atau lembaga tersebut legal dan logis (2L)
“Pastikan investasinya legal dan masuk akal,” pungkasnya @ad












