Tasikmalaya, Fokus9 I Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya harus ‘menambah tenaga’ dalam memotori pendapatan asli daerah, salah satunya retribusi parkir.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Anang Safaat mengatakan bahwa penataan parkir masih belum maksimal dan masih perlu pengawasan lebih ketat lagi.

“Pendapatan parkir hasil perhitungan bisa mencapai satu miliar, malah masih kurang bayar.” Kata Anang Safaat usai Musrenbang Sektoral Tahun 2027 Bidang Perhubungan Kota Tasikmalaya, Kamis (5/3/2026)
Menurutnya, Dinas Perhubungan harus merubah sistem. Sistem itu tidak harus menggunakan anggaran, namun harus ada ketegasan dari petugas Dishub. Dishub harus mengedepankan ketegasan karena menyangkut target.
“Menargetkan kepada jukir, jika tidak tanggung jawab akan tugasnya berikan punishment.” Ungkap Anang Safaat
Hasil pengawasan, terang Anang parkir gratis kurang tepat karena kurang mendidik bagi masyarakat. Karena, bayar parkir itu bayar retribusi. Jadi merupakan kewajiban karena sudah ada aturannya. Sehingga ia memandang untuk tidak melanjutkan atau menghentikan tiket parkir gratis
Selain itu, untuk meterisasi pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU), pihaknya sangat menyetujui karena menguntungkan daerah. “Melalui meterisasi dapat menghemat pembayaran yang tadinya 30 miliar per tahun menjadi 10 miliar. Ini bisa membantu ke bidang lain.” Ungkapnya
Sedangkan untuk reaktivasi rute penerbangan (Bandara Lanud Wiradinata), Anang mengharapkan pemerintah daerah memperbaiki dulu komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Karena, selama ini pengguna pesawat itu untuk yang ekonominya baik. Hal ini seperti gambling (setengah-setengah), kalau masyarakatnya masih seperti ini. Jadi harus mengkaji dahulu kemampuan masyarakatnya @ad












