Tasikmalaya, Fokus9.com_Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya, menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, senin (2/12/2024).

“Rekapitulasi perolehan suara Pilkada dengan mengecek dan menghitung kembali hasil penghitungan suara oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 10 Kecamatan.” kata anggota KPU Kota Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Leisa Dera
Dia menyebut sesuai aturan, KPU kembali melakukan penghitungan suara sekaligus menetapkan hasil perolehan suara masing-masing paslon.
Perhitungan perolehan suara masing-masing paslon PPK dari 10 kecamatan selesai hingga pukul 16.00 WIB. Namun, KPU belum secara resmi menetapkan. “Penetapan hasil perolehan suara menunggu pencermatan oleh saksi dan Bawaslu. Malam ini perolehan suara Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya akan kami tetapkan,” tutur Ketua KPU Kota Tasikmalaya Asep Rismawan.
Terkait tingkat partisipasi pemilih, Asep Rismawan mengungkapkan angkanya cenderung menurun. Hal ini salah satunya ada regulasi dan penggabungan dua TPS menjadi satu TPS (600 pemilih).
Sedangkan, perolehan suara untuk paslon 4 baik Gubernur maupun Walikota menunjukkan angka tertinggi. “Persentasi suara, nanti saat penetapan,” tandasnya.
Aksi Demo Aktivis Warnai Rapat Pleno Rekapitulasi

Pada saat perhitungan rekapitulasi, di depan gedung terjadi aksi demo kelompok aktivis menyampaikan orasi menolak hasil Pilkada Kota Tasikmalaya.
Mereka menganggap Pilwakot Tasikmalaya cacat hukum dengan dugaan money politic secara TSM salah satu paslon yang mencederai spirit demokrasi.
“Bawaslu sebagai lembaga pengawasan seperti tidak berdaya. Atas nama rakyat kami siap melawan ketidakadilan itu.” kata salah satu korlap Aksi Dadi Abidarba
Dadi menyebut saat aksi sebelumnya di Bawaslu, Ketua Bawaslu mengakui adanya dugaan money politic dan mengatakan sedang memprosesnya. “Tindak lanjutnya tidak jelas,” tuturnya.
Dugaan money politic itu, tambah Dadi luar biasa, bahkan tidak pernah terjadi pada Pilkada sebelumnya. Sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan Bawaslu dan kelalaian KPU, mereka akan mengawal sampai pelantikan. @ad












