Tasikmalaya, Fokus9.com
Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama merupakan momentum peringatan hari berdirinya Kementerian Agama RI. Dilansir dari laman resmi Kemenag, Lembaga ini terbentuk pada masa Kabinet Sjahrir II berdasarkan surat Penetapan Pemerintah No. 1 tanggal 3 Januari 1946

Pada Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-78 tingkat Kota Tasikmalaya, Kemenag Kota Tasikmalaya mewujudkan makna elemen dalam logo HAB yaitu Bersatu Berdampingan ; saling gotong royong membantu sesama dan saling menguatkan dengan Baksos di Yayasan Darul Ihsan di kecamatan Bungursari
“Alhamdulillah semuanya ini berkat dukungan, bantuan dan partisipasi dari keluarga besar Kemenag Kota Tasikmalaya,” kata Kepala kemenag Kota Tasikmalaya Agus Buhori usai menyerahkan bantuan sembako dan lainnya, rabu (3/1/2024)
Dipilihnya Yayasan Darul Ihsan, ungkapnya karena unik dan beda dengan lembaga lain dimana yayasan ini mengelola, mengobati dan mendidik lalu mengarahkan orang-orang yang ada di jalanan, orang yang sakit/stres termasuk ODGJ
“Melalui bantuan sosial program Kemenag agar bisa menopang yayasan ini tetap berjalan serta ada keberkahan bagi kemenag juga masyarakat. Kedepan, semoga Kemenag bisa lebih memberikan layanan terbaik, kemanfaatan serta keberkahan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya,” harapnya
Ketua yayasan Darul Ihsan H. Rana Nuralamsyah mengatakan bantuan yang diterima dari kemenag berupa sembako, pakaian layak pakai dan lainnya dapat membantu menopang 274 orang pasien di yayasan Darul Ihsan dengan pasien yang bervariasi mulai dari anak umur 7 tahun hingga lansia umur 70 tahun yang berasal dari berbagai wilayah bahkan dari luar pulau Jawa
“Hampir setiap bulan, minimal sepuluh orang pasien ODGJ yang masuk yayasan dan hampir setiap bulan juga banyak juga yang sembuh dan dikembalikan kepada keluarganya. Namun kadang ada yang sengaja dibuang keluarganya dengan alamat yang salah setelah dikembalikan,” ujar H. Rana yang mengetuai yayasan sejak 2010
Makanya, untuk mengurus pasien, terangnya merekrut dari mantan pasien yang sudah sembuh (lebih kurang 12-20 orang) dan mendapat penghasilan bahkan sudah ada yang bisa membeli rumah di sekitar yayasan
Yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 1997 ini belum pernah dan mengajukan kembali bantuan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya karena selain tidak ditindaklanjuti pihak Pemkot juga amanat dari Gurunya (Alm) KH. Emon tidak terlalu mengharapkan dan menganjurkan untuk meminta sumbangan
“Jika pemerintah punya andil dan melihat kesini, mungkin ada rasa kepedulian. Jika ada momentum keagamaan seperti Rajaban, insyaalloh akan kami undang,” pungkasnya @ Ayi Darajat












