Tasikmalaya, Fokus9_ Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengungkapkan bahwa peringatan Hari Santri di Tasikmalaya selalu memiliki kekhasan tersendiri.
Selain upacara, pihaknya menggelar berbagai rangkaian kegiatan mulai dari kirab santri, seminar kebangsaan, hingga ziarah ke makam para ulama kharismatik.
Antusiasme dan semangat santri di Tasikmalaya, menurut Cecep tidak pernah padam. Ribuan santri yang hadir menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai perjuangan santri masih terus hidup dan relevan.
“Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para ulama dan santri yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa.” kata Cecep Nurul Yakin saat menjadi Inpektur upacara Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).
Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal sebagai daerah seribu pesantren memang selalu tampil meriah setiap peringatan Hari Santri.
Ratusan ribu santri dari berbagai penjuru Indonesia bermukim di sini untuk menuntut ilmu agama. Tak heran jika apel tahun ini berubah menjadi lautan sarung, peci, dan kerudung putih yang memadati area lapangan.
Rangkaian Hari Santri Nasional di Tasikmalaya sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan dengan berbagai agenda kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Bupati Tasikmalaya Pimpin Kirab Potret Ulama
Sebelumnya, Selasa (20/10/2026) Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi memimpin kirab santri
Ribuan santri membawa potret ulama sepuh dan pahlawan nasional, menegaskan kembali jejak perjuangan yang membentuk identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri
Memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah santri membawa potret ulama sepuh, Selasa (20/10/2026). (Foto: ANTARA/Feri Purnama)
Potret para ulama yang dibawa dalam kirab memiliki makna lebih dari sekadar simbol peringatan. Kehadiran mereka mengingatkan masyarakat pada sejarah pengabdian para ulama di tanah Sukapura, nama historis wilayah Tasikmalaya.
“Di hadapan santri, ada foto para ulama sepuh yang memiliki sejarah panjang berkhidmat di tanah Sukapura.” kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
Menurutnya, identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri terbentuk melalui perjuangan dan fondasi spiritual yang diwariskan ulama terdahulu. Nilai tersebut perlu diteruskan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Meskipun sudah wafat, semangat perjuangan para ulama harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Cecep Nurul Yakin
Bagi generasi santri, mengenal tokoh terdahulu menjadi bagian dari upaya memahami akar keagamaan, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Tasikmalaya.
Sosok KH Zaenal Musthafa menjadi salah satu figur penting dalam kirab tersebut. Perjuangannya sebagai ulama sekaligus pahlawan nasional merepresentasikan keterkaitan antara pendidikan pesantren, pengabdian kepada masyarakat, dan perjuangan bangsa.
Kirab Santri berlangsung dari kawasan Pondok Pesantren Cipasung menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pesan utama kirab santri ini adalah menjaga kesinambungan sejarah pesantren dan perjuangan ulama. Selanjutnya mewujudkan perjuangannya melalui penguatan pendidikan, akhlak, dan kepedulian sosial @ad













