Tasikmalaya, Fokus9_ Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi, menyoroti keluhan masyarakat terkait penolakan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah Bank Milik Negara (Himbara).
Menurut Kepler, banyak warga mengaku kesulitan memperoleh fasilitas KUR untuk mengembangkan usaha mereka (akses pembiayaan pelaku usaha kecil). Untuk itu, pihaknya akan mengecek langsung ke sejumlah bank guna memastikan proses pengajuan kredit berjalan sesuai ketentuan.
“Kami akan melakukan sidak untuk memastikan proses pengajuan KUR berjalan lancar dan tidak ada perlakuan yang merugikan masyarakat.” kata Kepler Sianturi usai rapat paripurna DPRD, Kamis, (12/3/2026)
Ia juga menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pengajuan KUR secara benar. Hal ini sering memicu persoalan kredit bermasalah yang sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal.
Selain itu, Kepler menyoroti minimnya sosialisasi dari bank milik pemerintah daerah, yakni BPRS Al Madina. Padahal, lembaga keuangan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya.
Tak hanya soal akses permodalan, Kepler juga menekankan pentingnya ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan distribusi pupuk berjalan lancar agar dapat diakses dengan mudah oleh petani, sehingga ketahanan pangan di daerah tetap terjaga *er/@ad












