Tasikmalaya, Fokus9.com_ Selain pengawasan LJK, OJK Tasikmalaya terus mendorong upaya penguatan pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen (PEPK)
Agar penyelenggaraan teratur, adil, transparan dan akuntabel di wilayah Priangan Timur, Kantor OJK Tasikmalaya melakukan pengawasan secara langsung penguatan PEPK

“Peningkatan pelayanan pengaduan konsumen, permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan inklusi serta literasi keuangan untuk masyarakat di Priangan Timur.” kata Plt Kepala OJK Tasikmaya Melati Usman saat Siaran Pers, Senin (20/10/2025)
Ia menyebut pada posisi September 2025, mencatat peningkatan jumlah pengaduan konsumen di wilayah kerja OJK Priangan Timur.
Pihaknya menerima total pengaduan mencapai 959 pengaduan (posisi TW III), meningkat 341 pengaduan pada posisi TW II 2025 dengan 618 pengaduan.
Pengaduan di sektor perbankan mendominasi dengan 420 pengaduan (43,39 persen) dan sektor Financial Technologi (Fintech) sebanyak 349 pengaduan (36,61 persen).
Sementara, dalam metode penyampaian pengaduan, mayoritas masyarakat memilih tatap muka (walk_in) ke KOTM sebanyak 816 pengaduan (85,36 persen). Sedangkan pengaduan melalui surat OJK mencatat sebanyak 140 pengaduan (14,64 persen).
Selain layanan pengaduan, OJK Tasikmalaya juga mencatat permintaan informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Pada posisi September 2025 permintaan ini mencapai 7.164 permintaan ; 4.685 permintaan secara walk-in dan 2.479 permintaan secara online.
“Ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi riwayat kredit dalam pengambilan keputusan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.” ungkap Melati Usman
Program Kerja OJK Tasikmalaya 2025

Kantor OJK Tasikmalaya dan para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan di tujuh kota/kabupaten di Priangan Timur.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Digitalisasi Keuangan, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Tabungan Emas, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). “Menetapkan dalam Rapat Pleno TPAKD termasuk Sekolah Pasar Modal.” ungkap Plt OJK Tasikmalaya Melati Usman terkait program kerja 2025 dalam Siaran Pers, Senin (20/10/2025)
Salah satu realisasi inklusi keuangan tersebut adalah penyaluran pembiayaan melalui program KPMR oleh PT BPR Cipatujah dan BPR Bank Sumedang. Dengan total 1.071 debitur dan plafon penyaluran sebesar Rp13,68 miliar pada triwulan III 2025
Selain itu, OJK menyelenggarakan TPAKD Awards tanggal 10 Oktober 2025 kolaborasi OJK dengan Kemenko Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam ajang tersebut, menobatkan TPAKD Kabupaten Sumedang sebagai TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Bali.
Selanjutnya, selama triwulan III 2025, OJK melakukan upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui 129 kegiatan edukasi, termasuk dua sesi podcast. Kegiatan tersebut menyasar kelompok komunitas, perempuan dan IRT, pelajar dan santri, Pekerja Migran Indonesia (PMI), penyandang disabilitas serta pelaku UMKM. Total peserta mencapai 21.248 orang.
Bentuk komitmen meningkatkan literasi keuangan, Ikatan Pegawai OJK (IPOJK) Komisariat Tasikmalaya juga melakukan renovasi perpustakaan di MTs Mathlabussa’adah Kabupaten Tasikmalaya.
Sedangkan untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah Priangan Timur OJK telah melaksanakan program, antara lain Hari Indonesia Menabung (HIM) pada semester I. Termasuk kegiatan literasi keuangan, serta pelaksanaan Bulan Literasi Keuangan (BLK) hingga Agustus 2025.
Berikutnya pada September-Oktober 2025, melaksanakan program Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Puncak acara di Pendopo Kantor Bupati Garut pada 27-28 Oktober 2025.
“Melalui pelaksanaan BLK dan BIK, masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan. Sehingga dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari potensi kerugian.” harap Melati usman
Ia menambahkan OJK Tasikmalaya bersama seluruh lembaga jasa keuangan akan terus memperluas jangkauan edukasi dan layanan keuangan. Agar semakin banyak masyarakat yang cerdas, bijak, dan berdaya dalam mengelola keuangannya.
“Langkah bersama ini menjadi fondasi penting menuju masyarakat Priangan Timur yang mandiri secara finansial. Juga memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” pungkas Melati Usman @ad












