Tasikmalaya, Fokus9.com_ Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan Kota Tasikmalaya memiliki potensi menjadi kota inklusif serta menjadi simpul penting pembangunan regional. Pun, bisa menjadi contoh kota yang tumbuh dengan identitas, maju dengan inovasi dan berpihak kepada rakyat
Lahir dari semangat kemandirian daerah dan terus meneguhkan identitas sebagai kota kreatif dengan basis budaya lokal di tengah arus globalisasi. Selain itu kokoh dengan jati dirinya (kearifan lokal) serta semangat religiusitas, gotong royong dan kepedulian social. Hal itu menjadi nilai utama yang merekatkan kehidupan masyarakat

“Melangkah sebagai kota yang inklusif, inovatif dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.” Kata Akhmad Wiyagus saat memimpin pelaksanaan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 di halaman Balekota Tasikmalaya, Jumat (17/10/2025)
Namun potensi ini hanya menjadi peluang jika mendapat dukungan kualitas SDM yang unggul dan adaftif terutama menghadapi destruksi teknologi. Infrastruktur yang terintegrasi, transpormasi digital maupun infrastruktur sosial (pendidikan dan kesehatan)
Selain itu, Kebijakan ekonomi yang pro rakyat dan mendorong investasi lokal termasuk UMKM, koperasi dan sektor informal penopang kehidupan warga. Juga, Pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan karena tanpa alam yang lestari pembangunan tidak akan berelanjutan
“Kepemimpinan daerah yang inklusif, transparan dan berbasis kinerja sebagai prasyarat utama tata Kelola yang baik.” imbuh Akhmad Wiyagus
Menurutnya, potensi besar tersebut mendapat peningkatan realitas tantangan dan ketatnya persaingan antar wilayah. Selanjutnya kebutuhan akan infrastruktur, kualitas Pendidikan,Kesehatan dan kesejahteraan sosial yang makin meningkat. Sementara, sumber daya fiscal dan kapasitas kelembagaan daerah seringkali belum sepenuhnya memadai
Kota Tasikmalaya Dalam Kontek Otonomi Daerah

Dalam kontek otonomi daerah, Akhmad Wiyagus menekankan bahwa ukuran kemandirian daerah bukan hanya dari pendapatan. Tetapi, dari kemampuan menciptakan solusi atas masalah warganya.
Untuk itu harus memperkuat beberapa hal strategis seperti inovasi daerah dalam pelayanan publik, tata ruang ekonomi digital dan pelayanan dasar. “Gunakan teknologi untuk mempercepat bukan memperumit.” tuturnya
Berikutnya, kolaborasi multi sektor dengan akademisi, swasta, tokoh agama, komunitas lokal dan diaspora asal Tasikmalaya. Sehingga sumber daya pembangunan lebih inklusif
Lalu, transparansi dan akuntabilitas anggran khususnya dana tranfer pusat, DAK maupun bantuan teknis lainnya. Setiap rupiah hrs memiliki dampak langsung pada masyarakat
Juga, partisipasi warga dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Karena tanpa melibatkan partisipasi warga pembangunan rentan gagal dan kehilangan legitimasi sosial
“Jadikan momentum ini untuk melangkah lebih jauh, panggilan untuk membangun bersama dengan semangat kolaboratif, adaftif dan responsif terhadap perubahan jaman. Jadilah kota dengan daya saing dan memiliki karakter dan menjadi kebanggaan Jawa Barat dan Indonesia.” pungkas Akhmad Wiyagus, Wamendagri asal Kota Tasikmalaya ini @ad












